Hot Manga

Review anime The Journey anime Islami buatan Arab


 

Review anime The Journey anime Islami buatan Arab

Review anime The Journey anime Islami buatan Arab  - Setelah sebelumnya kita telah membahas tentang topik yang berjudul, Ajaran Islam di dalam anime Fate Series tentang Gilgamesh dan kisah Nabi Nuh AS serta satu lagi topik yang berjudul  Ajaran Islam di dalam Anime Fate Series tentang Holy Grail dan bahayanya syirik. Nah pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang topik yang berjudul Review anime Islami The Journey buatan Arab Saudi. Oke tanpa berlama-lama lagi mari langsung saja kita kupas artikelnya. 

Anime Islami terbaru

Anime The Journey memang bisa dibilang sangat mencuri perhatian para penggemar-penggemar anime di seluruh dunia, khususnya di negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim seperti halnya di Indonesia.
Proyek gebrakan sang pemilik klub liga inggris, Newcastle United ini memang dianggap sebagai langkah cerdas Arab Saudi khususnya untuk mengubah image mereka sebagai negara pelayan bagi 2 kota suci umat Islam yang seringkali dianggap terlalu kaku dan ketinggalan zaman dalam bidang seni pop culture dan sebagainya.
Tak mengherankan jika trailer dari anime ini langsung meledak viewnya laman Youtube hingga mencapai 1 juta view dalam beberapa bulan saja.

Ya, seperti yang telah saya katakan di atas. Anime ini memang diproduseri oleh Manga Production, yaitu sebuah perusahaan asal Arab Saudi yang juga merupakan perusahaan bentukan Pangeran Arab Saudi yaitu yang bernama Muhammad bin Salman.
Perusahaan ini bekerja sama dengan salah satu Studio Anime populer asal Jepang yang banyak memproduksi anime-anime populer, seperti Dragon Ball Z, Digimon dan One Piece, yaitu studio yang bernama studio Toei Animation.
Sebenarnya, Anime The Journey ini adalah proyek ke 2 yang dikerjakan oleh kerjasama 2 perusahaan tersebut, Sebelumnya mereka telah menelurkan sebuah seri anime berjudul Asatir Mirai no Mukashi Banashi sebanyak 12 episode yang pertama kali mengudara pada tahun 2020. Namun sayang, anime tersebut kurang dianggap sukses karena hanya bisa menghasilkan rating 6.00 di situs-situs penggemar anime. Saya sendiri pernah menonton anime tersebut. Dan sepertinya saya cukup paham mengapa anime itu bisa dianggap gagal di pasaran.
Dan, sayangnya problem tersebut masih bisa kita temukan di dalam anime the movie berjudul the journey ini. Karena itulah di postingan komunitas Youtube saya beberapa hari yang lalu, saya mengatakan bahwa “para pembuat anime ini harus banyak belajar tentang segala seluk beluk dunia peranimean.”. Saya sendiri sebenarnya, sedikit berharap banyak dengan anime ini, setelah saya menonton trailernya yang menurut saya sangat ciamik dan bagus. Namun setelah saya menonton versi full versionnya. Saya sedikit kecewa dan bisa di katakan anime ini benar-benar di luar harapan saya.
Ya, secara rating memang anime ini bisa dikatakan mendapatkan rating yang cukup bagus. Namun jika saya d dipaksa harus jujur, anime ini memang gak terlalu bagus-bagus amat. Bahkan, jika harus membandingkannya dengan anime sekelas Sword Art Online atau One Piece yang menurut saya merupakan anime dengan alur cerita paling terburuk sepanjang masa. Mungkin terpaksa bisa saya katakan, mereka masih lebih baik dibandingkan  anime ini.
Jika kalian, belum menonton anime ini. Di laman Youtube sudah banyak kok orang yang men share anime ini, plus ditambah subtitle Indonesia. Jadi jika kalian belum menonton dan ingin menonton anime ini, silahkan cari-cari sendiri di laman Youtube ya.
Oke, kita kembali ke pembahasan utama kita tentang review anime The Journey, yang menurut saya sangatlah buruk.
So, sebenarnya indikator apa saja yang melatar belakangi saya berani mengatakan hal tersebut. Oke, mari kita bahas satu persatu poin-poin utamanya.
Yang pertama, mungkin bisa dikatakan sebagai salah satu dasar dari struktur alur cerita anime dan manga, yaitu dialog dan narasi. Ya di dalam anime ini bisa dikatakan terlalu banyak dialog  monolog dan narasi yang dalam hal ini dinarasikan oleh sang karakter utama, yaitu Awn bin Jubair.
Ya, jika kalian belum mengetahui hal ini. Sekedar info, salah satu ciri khas dari alur cerita anime dan manga adalah, sangat jarangnya kita bisa menemui adanya dialog narasi ataupun monolog yang panjang. Yang menceritakan situasi di dalam cerita, baik itu alur cerita flashback ataupun alur cerita saat itu.
Ya, seperti apa yang saya katakan di atas, hal ini adalah sebuah elemen pembeda antara karya anime manga dan bentuk karya-karya lainnya.
Ya, seperti yang dikatakan salah satu karakter di dalam anime Bakuman , yaitu Hattori di dalam dialognya ia mengatakan bahwa “Terlalu banyak dialog dan narasi tidak cocok dikatakan sebagai manga, dan hal itu membuat manga menjadi tidak ada artinya”.
Ya, itulah dasar utama di dalam struktur alur cerita manga dan anime, yaitu meminimalkan narasi dan monolog dan selalu menjelaskan segala informasi apapun dengan menggunakan dialog interaktif yang dilakukan oleh para karakter-karakter di dalam anime atau manga tersebut.
Lalu, selain faktor dialog monolog yang terlalu panjang. Anime ini juga banyak menyisipkan kisah-kisah filler yang tidak memiliki hubungannya sama sekali dengan alur cerita di dalam anime ini. Ya, sepertinya hal ini sudah menjadi fakta yang tak terbantahkan bahwa, kebanyakan penggemar anime sangat membenci yang namanya filler. Yang lebih parah lagi, filler tersebut diceritakan dengan dialog monolog dan narasi. Suatu hal yang menjadikan anime ini menjadi tampak sangat buruk untuk diikuti.
Contoh filler-filler di anime ini bisa kita temukan di menit 46 dan 28. Dimana salah satunya adalah mengisahkan tentang kisah Nabi Nuh, yang diceritakan oleh sang karakter utama yaitu Aws bin Jubair.
Bagi saya sendiri yang menonton anime ini, saya merasa seperti sedang mendengarkan ceramah yang dilengkapi sebuah slideshare ilustrasi-ilustrasi bergambar, alih alih menganggapnya sebagai sebuah tontonan anime.
Ya, sebenarnya sang sutradara menyisipkan filler filler tersebut bisa dipahami, mungkin ia sebenarnya berusaha menyisipkan pesan-pesan Islam di dalam anime ini. Namun karena eksekusinya sangat kacau, menjadikan pesan tersebut menjadi terlalu nampak seperti menceramahi dan tidak penting sama sekali. Hal yang menjadikan para penonton yang seharusnya dapat menyerap dengan baik pesan-pesan tersebut. Justru menjadi bosan karena mendengarkan dialog-dialog monolog tersebut.
Oke, kita lanjut ke poin selanjutnya. Hal yang menjadikan anime ini sangat buruk selanjutnya adalah, karakter nakama. Yap, beberapa nakama di dalam anime ini bisa saya katakan tidak berguna sama sekali. Jika kalian sering menonton anime, pastinya kalian akan setuju bahwa setiap karakter di dalam anime itu memiliki perannya masing-masing, terutama para karakter nakama. Nah, di dalam anime ini, satu karakter nakama yang menurut saya cukup berguna hanyalah karakter Levi alias Zurara dan para komandan pasukan. Selain mereka, tidak ada sama sekali karakter yang menonjol dan memiliki kemampuan. Ya, bisa dikatakan mereka semua tidak berguna. Salah satu karakter menurut saya paling tidak berguna diantara mereka semua adalah karakter yang bertubuh gendut bernama Hisyam. Karakter ini mengingatkan saya dengan karakter Irish di dalam anime Fire Force. Sama sama tidak berguna. Dan hanya digunakan sebagai sebuah fanservice dan lelucon saja. Saya rasa, jika kedua karakter ini hidup di dunia anime Attack on Titan, sudah bisa dipastikan mereka berdua adalah termasuk dalam daftar karakter-karakter yang tewas paling awal di dunia anime tersebut..

Oke, kita ke poin yang keempat. Yang, keempat adalah adegan, sebab akibat dan motivasi setiap karakter yang bisa dikatakan menurut saya kurang greget.  
Ya, motivasi Aws sebagai protagonis, yang ikut berperang karena ingin menebus dosa-dosanya di masa lalu bisa dikatakan sudah sangat pas disematkan kepada karakter utama. Namun, yang menjadi aneh adalah karakter Zurara alias Levi. Ia mengatakan ikut berperang untuk mengenyangkan perut.Dan ia bahkan beradu pedang dan bertarung satu lawan satu melawan Aws. Pertandingan sebenarnya berjalan imbang, namun ntah mengapa Zurara justru mengalah pada pertarungan itu dan memutuskan mengikuti Aws.
Setelah pertarungan, sang komandan bahkan mengatakan hal ini “membosankan”.
Ya, saya pun juga setuju dengan kata kata komandan tersebut. Karakter Zurara dalam adegan ini seolah ditampilkan sebagai orang yang yang plin plan dan sangat mudah berganti haluan. Kalo saya jadi penulis skenario dari film ini, mungkin yang bisa saya pikirkan adalah membiarkan kedua karakter tersebut berjalan dengan ideologinya masing masing, sehingga karena sebuah keterpaksaan harus melawan musuh yang jauh lebih kuat. Barulah mereka dipaksa untuk menyatukan kekuatan. Saya rasa, alur cerita seperti ini lebih masuk akal.
Oke, poin yang terakhir tentang alasan kenapa menurut saya anime ini adalah anime yang cukup buruk adalah ending yang bahagia namun kurang greget. Awalnya, saya mengira Aws akan membunuh Abrahah dengan tangannya sendiri. Namun ternyata tebakan saya salah.
Ya, ini memang salah satu kelemahan sebuah karya fiksi yang terinspirasi langsung dari kisah nyata. Ya. sebenarnya jika sang penulis berani untuk sedikit bereksperimen pada alur ceritanya dan membuat adegannya lebih dramatis, semua itu bisa dikatakan tidak ada masalah. Namun, yang saya herankan justru adalah jika sang penulis berani memasukkan karakter karakter protagonis fiktif di dalam kisah tersebut, mengapa ia sama sekali tidak berani membuat alur cerita yang memperlihatkan Aws membunuh Abrahah?
Ya, walaupun bisa dibilang anime ini masih memiliki banyak kelemahan. Namun beberapa poin seperti misalnya adegan pertarungan dan karakter Abrahah sebagai karakter antagonis bisa dikatakan cukup epic. Selain itu adegan kematian beberapa protagonis juga bisa dikatakan sangat baik dan tidak terduga sama sekali. Namun yang jelas, dengan hadirnya anime barokah The Journey ini bisa menjadi batu loncatan bagi negara-negara mayoritas Islam lainnya untuk bisa mengikuti langkah Arab Saudi menghadirkan karya anime-anime yang mengangkat budaya dan kultur lokal masing masing, namun tetap dengan pattern struktur anime yang baik tentunya.
Oke, mungkin sekian dulu pembahasan kita kali ini. Semoga bermanfaat. Dan akhir kata, assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh salam hangat egagology

Tidak ada komentar