Translate

Seminar pengurapan Gereja Bethel,yang membawa petaka

https://www.birupay.com/
Seminar pengurapan Gereja Bethel,yang membawa petaka

Mungkin, Tradisi pengurapan dan seminar klaster di Lembang 3-5 Maret 2020 adalah salah satu seminar paling berbahaya dalam sejarah. Bagaimana tidak, lebih dari 200 jemaat gereja yang mengikuti seminar tersebut dinyatakan positif Corona. Dilansir dari laman ngopibareng. id,  pada Jumat,  3 April 2020 telah dilakukan rapidtest untuk mendeteksi jumlah orang yang sudah terinfeksi virus Corona ini.  Namun yang mengagetkan adalah "dari 15 ribu yang menjalani rapid test,  ada 677 positif di Kota Bandung.  Kurang lebih 200 yang positif berasal dari satu gereja,  Gereja Bethel, " kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Di lansir dari tagar. id, mereka semua tertular karena bersentuhan langsung dengan pendeta mereka yang bernama Pdt.  Natanael Aslam (Wakil Gembala GBI Rayon 2 Bandung), Pdt.  David Tjakra (Gembala GBI Rayon 2 Bandung). Dan sang pendeta pun telah dinyatakan meninggal dunia. Dari total keseluruhan orang yang terinfeksi di Kota Bandung, berarti gereja ini menyumbang 35 persen pasien positif Corona.
Yang membuat kita miris adalah, sebelum tes itu di lakukan, para jemaat bersikukuh bahwa Pendeta mereka tidak mengalami sakit Corona. Bahkan, yang menjadi aneh adalah para Jama'at itu malah menuduh tukang lotek yang berjualan di sekitaran tempat seminar mereka di Lembang. Hal ini terungkap ketika Chatingan para Jama'at tersebar di beberapa media social dan forum Kaskus.
Seminar pengurapan Gereja Bethel,yang membawa petaka

Seminar pengurapan Gereja Bethel,yang membawa petaka

Seminar pengurapan Gereja Bethel,yang membawa petaka

Di Chatingan itu, terlihat bahwa mereka sempat ingin melaporkan tukang lotek itu ke kantor polisi. Dan, ada juga isi chattingan seorang perawat Rumah sakit tempat para Jema'at itu di rawat. Dia mengeluhkan, bahwa para Jema'at itu berbohong dan tidak jujur dengan penyakit apa yang mereka derita. Mereka mengaku sakit tifus, padahal sudah positif Corona. Alhasil, ada diantara perawat yang juga tertular Virus tersebut.
Dari pantauan Kami, sudah ada 11 pendeta yang meninggal sampai hari ini, yaitu

    Pdt.  Natanael Aslam (Wakil Gembala GBI Rayon 2 Bandung)
    Pdt.  David Tjakra (Gembala GBI Rayon 2 Bandung)
    Pdt.  Bambang Gunawan (Wakil Gembala GBI Menti ng)
    Pdt.  Djaja Stefanus (GBI Sukabumi)
    Ibu Pdt.  Felicia Aslam,  istri dari pdt.  Natanael aslam.
    Ibu Pdt.  Sinthce,  M. Th gembala GPIB batam.
    Pdt.  DR.  Rundjana,  SE,  SH,  M.  Th gembala GBI Pulogadung Trade center.
    Pdt.  Dr.  Bartholomeus Bayu satrio,  S. Ked.  gembala GBI House of healing,  rayon 1G5

Ini sekali lagi,menjadi cambuk bagi pemerintahan Indonesia pada umumnya, dan kita semua pada khusunya. Karena seminar itu di adakan pada tanggal 3-5 maret. Kasus pertama corona di Indoenesia terjadi pada tanggal 2 maret, Sedangkan pemerintah Indonesia baru memberikan perintah social distancing pada tanggal 15 maret.
Dan, hingga adanya kasus pertama tersebut, para Mentri kita cuma sibuk dengan lelucon dan lawakan yang sungguh sama sekali tidak pantas di ucapkan oleh seorang Mentri. Benar saja, kesombongan kita dan kedenialan kitalah, yang mengakibatkan semua ini bisa terjadi.
Ini jugalah yang teradi pada Malaysia, dimana ketika virus itu sedang belum terlalu menyebar. Tiba-tiba outbreak itu terjadi hanya pada suatu malam yang berjudul "tablikh akhbar". Alhasil 60 persen, pasien Corona di Malaysia langsung terinfeksi. Namun, hebatnya pemerintahan disana adalah mereka sangat tegas dan jeli dalam membuat kebijakan. Karena setelah outbreak itu terjadi, Pemerintah langsung membuat kebijaan lockdown.
Karena, dari informasi yang Kami dapat dan riset dari berbagai sumber, kebijakan lockdown lebih efektif dalam menanggulangi korban infeksi dan juga kerugian ekonomi akibat dari adanya penyebaran virus ini.


Semakin banyak

Sampai tuliisan ini di buat, penderita covid 19 di Indonesia telah meningkat menjadi 4.241 kasus. Di lansir liputan6.com , penyebaran terbanyak masih di pegang oleh DKI Jakarta dengan 2.044 kasus Covid-19 dan disusul Jawa Barat dengan 450 kasus. Total sembuh sebanyak 359 dan total orang yang meninggal dunia menjadi 373. Jauh melonjak hanya dalam waktu 4 bulan saja. Namun, mulai tanggal 10 april kemarin, DKI jakarta mulai menerapkan kebijakan PSBB alis Pembatasan skala besar besaran telah di mulai. Namun, hingga saat ini kebijakan  itu belum terlihat membuahkan hasil. Di Jalanan, masih saja ada yang berkeliaran dengan kendaraan dan masih ada juga yang melanggar ketentuan mengangkut penumpang yang di perbolehkan.
Namun, disamping itu ada juga fakta menarik yang tersaji dari kasus-kasus yang terjadi di Indonesia. Diantaranya adalah adanya fakta bahwa lebih banyak Pria yang meninggal akibat Covid 19 dibandingkan Wanita. Dilansir dari kompas.com di Penderita Covid di Indonesia ada lebih dari 62,5 persen dari kalangan laki-laki dan 37,5 dari kalangan perempuan. Fakta yang sungguh mencengangkan dan sangat menghawatirkan, tentu saja. Epidemiolog Indonesia kandidat doktor dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menjelaskan bahwa ada kemungkinan situasi ini disebaban karena kebanyaan Pria di dunia ini  mempunyai kebiasaan merokok dan ditambah adanya obesitas. sehingga menambah resiko terjadinya infeksi dan kematian .
Selain itu, ada pula teori yang mengatakan bahwa hal ini bisa juga di sebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya selain faktor gaya hidup,ada juga faktor lainnya seperti sistem imunitas yang lebih rendah di bandingkan Wanita menjadikan Pria lebih rentan dan beresiko. Teori ini di dasari pada fakta bahwa wanita memiliki 2 kopi kromosom X sedangan  pria hanya memiliki satu
kromosom X. Kromosom X sendiri diketahui banyak sekali mengandung gen respon imunitas. Jadi tak mengherankan bila Wanita lebih mempunyai masa hidup yang lebih panjang dibandingkan Para Pria. Namun hal itu masih dikatakan sebagai teori dan belum ada data dan penelitian khusus yang dapat mengonfirmasi kebenaran teori tersebut.
Namun satu hal yang pasti, hal ini memperkuat bukti bahwa Islam adalah agama yang benar-benar sesuai dengan fakta ilmiah. Karena di salah satu hadist yang dikatakan bahwa di akhir zaman, Perempuan akan menjad lebih banyak di bandingan jumlah Laki-Laki diseluruh Dunia. Dan, kita telah bisa mengetahui  apa penyebab yang menyebabkan itu semua. Sebagai Ummat Islam, sudah sepatutnya kita lebih yakin dan lebih mengimani apa yang di ajarkan oleh Agama Islam. Karena, tanpa agama kita tak lebih dari seperti gunung es yang terombang-ambing di lautan lepas, tanpa tahu jalan pulang dan tanpa tahu tempat tujuan kita akan berlabuh..
Dan, dengan adanya musibah Covid 19 ini. Segalanya selalu bisa kita ambil hikmah dan pelajaran di dalamnya. Dan sudah pasti, sebagai makhluk yang tidak berdaya  dan tidak berkuasa. Kita hanya bisa berusaha dengan segenap kemampuan kita dan segenap kekuatan yang kita miliki untuk bisa terhindar dari penyakit tersebut. Hal yang paling bisa kita lakukan adalah dengan cara  tetap diam di rumah dan mematuhi segala perintah Pemerintah dan dan petugas yang berwenang. Contohnya seperti Lembaga MUI dengan fatwa-fatwa nya. yang sudah pasti telah di kaji dengan tuntas dan penuh dengan kehati-hatian di dalamnya.
0 Viewers

0 Response to "Seminar pengurapan Gereja Bethel,yang membawa petaka"

Posting Komentar