Hot Article

Sikap kita terhadap kehidupan dan pemikiran Ibnu sina

Sikap kita terhadap kehidupan dan pemikiran Ibnu sina

 Kalo kita membicarakan kisah tentang kehidupan seorang Ibnu Sina. Tak akan ada habisnya kita membicarakan kehebatanya. Ya, jika kita kesampingkan dulu sisi kontroversial dari seorang Ibnu Sina. Kita pantas untuk berdecak kagum atas semua prestasinya semasa hidup. Coba bandingkan dengan diri kita sekarang, yang belum tentu juga melampaui salah satu prestasi yang di torehkannya.
Satu yang paling Gue ingat dari prestasi Ibnu Sina adalah, di usia 10 tahun ia telah hafal seluruh isi Al-Qur'an dan telah khatam ilmu tafsir,fiqih serta ilmu-ilmu keislaman lainnya. Dan pada usia 18 tahun dia telah mengkhatamkan segala bidang ilmu dan diganjar sebagai sarjana fisikawan. Itulah kenapa kita tidak bisa melupakan begitu saja, dengan prestasi- prestasi dan jasa-jasa yang telah di ukirnya.

Di usia semuda itu, dia sudah menjadi sarjana dan sudah menguasai segala bidang ilmu yang ada pada zamannya. Itu tidak bisa dilepaskan karena hadiah dari seorang raja Bukhara yang dengan kuasanya memperbolehkan Ibnu Sina untuk membuka akses ke perpusatakaan kota yang bernama Royal Samanid itu kepadanya. Hal itu bisa terjadi karena jasa Ibnu Sina yang telah berhasil menyembuhkan penyakit sang raja yang menderika penyakit misterius tersebut.
Ibnu Sina sendiri, sejak umur 16 tahun telah fokus untuk mempelajari ilmu kedokteran dan logika. Karena baginya, ilmu pengobatan lebih mudah dipelajari dibandingkan ilmu-ilmu lainnya. Alhasil, akhirnya ia dapat membuka gerbang gudangnya ilmu, yaitu perpustakaan kota yang pada saat itu adalah suatu tempat paling elit di kota.

Inilah contoh nyata dimana seorang ahli bisa terbentuk dari hanya belajar secara otodidak tanpa sedikit pun menempuh pendidikan formal. So, ini akan memention banyak kalangan yang berdebat tentang "apakah pendidikan formal itu penting?". Ya, kalo bagi Gue pribadi sih penting-penting saja, selama tujuannya hanya untuk cuma buat nyari pergaulan dan teman. So, kalo tujuannya cuma buat mencari ilmu dan prestasi. Lu gak sekolahpun tetep bisa bro, selama Lu tidak menyerah, mempunyai tekad yang kuat dan konsisten seperti Ibnu Sina,contohnya.

Okelah, kita balik lagi pada kisah Ibnu Sina. Di balik prestasinya yang gemilang, ternyata Ibnu Sina juga mengalami rintangan berat dalam hidup yang harus di hadapinya. Saat ia berumur 22 tahun, mungkin adalah saat-saat yang sangat berat baginya. Karena, ayahnya yang sangat mendukung keras segala pendidikan dan cita-citanya sejak kecil, meninggal dunia.
Karena sadar, usianya telah matang dan ilmunya sudah melimpah. Maka setelah kematian ayahnya, ia berkenalana ke seluruh negri untuk menyebarkan ilmu yang telah ia pelajari selama ini. Hal ini mungkin dimaksudkan demi menjadikan amal jariyah bagi sang.ayah tercinta.
Selain menyebarkan ilmu, ia juga beruasaha membuka mata dan wawasan untuk ilmu baru yang belum pernah di pelajarinya, ini semua dikarenakan, betapa   cintanya ia pada segala bidang ilmu.
Pada saat ia berkelana ke daerah Jurjan atau sekarang lebih di kenal dengan nama Konye Urgench yang terletak di sisi Turkmenistan. Ia bertemu dengan salah satu ulama dan sastrawan besar, yang bermana Abu Raihan Al-Biruni. Lalu ia berguru padanya.

Setelah lama ia berguru pada Al-Biruni. Ia pun melanjutkan petualangannya ke kota Hamadan,Iran. Disana iya bekerja sebagai dokter sekaligus wazir kerajaan. Dan buku Qanun fi Thib atau dalam bahasa bulenya di sebut Canon of medicine mulai di tulis.
For your information, nih buku sudah sangat terkenal sebagai buku pelopor dan terlengkap dalam masalah ilmu kedokteran. Buku ini juga di akui sebagai dasar ilmu kedokteran paling penting yang pernah di tulis oleh manusia.
Bukan hanya itu, pada buku itu dijelaskan secara lengkap hubungan-hubungan dan jalur jalur syaraf pada tubuh. Efek-efek rasa pada perkembangan otak, jenis-jenis obat herbal maupun kimiawi, dan,di jelaskan pula hubungan setiap zat yang terkandung pada obat tersebut terhadap organ pembentuk tubuh.
Penemuannya ini sempat tidak di terima oleh kalangan barat selama ratusan tahun. Sampai-sampai, para ilmuan Renaisans  banyak yang menkritik bukunya yang membahas tentang Galen. Tapi pada akhirnya malah menjadi salah satu buku terhebat dalam sejarah dan mulai di gunakan oleh kalangan Barat terutama setelah ditemukannya mikroskop. 
Selain buku Canon, total dia sudah menciptakan 450 buku dengan tema yang berbeda-beda. Mulai dari filsafat,kedokteran, astronomi hingga matematika, telah ia tulis. Salah satu bukunya yang juga terkenal adalah buku berjudul As-shifa. Buku ini sendiri adalah buku ensiklopedia yang memuat segala sesuatu tentang konsep logika, fisika,matematika, metafisika,obat-obatan dan filsafat.Selain menulis buku, menjadi wazir,menjadi guru seligus murid. Ia juga menjadi dokter, dan telah mengobati pasien dari berbagai kalangan tanpa meminta bayaran sepersen pun.


Bagaimanakah sikap kita


Namun, di balik berbagai prestasi dan kedermawanannya. Dia dianggap kontroversial, sesat dan bahkan di anggap kafir oleh sebagian kalangan. Dikutip dari alif.id, Prof Mulyadi Kartanegara,seorang dosen di Universitas Bruney Darusaalam mengatakan "ibnu Sina dianggap sebagai penganut Syiah Rofiqah. Walaupun  dalam otobografinya, Dia tak pernah mengatakan secara pasti akidah apa yang dianutnya.
Namun, secara pasti ayahnya adalah penganut Ismailiyyah,salah satu sekte dalam madzhab Syiah. Namun dia sendiri diketahui tidak setuju dengan mereka tentang konsep jiwa."
Ibnu Sina juga pernah dituduh sebagai atheis dan tidak mengakui hari kiamat. Prof Mulyadi mengatakan " Ibnu Sina tak pernah mengatakan bahwa Alam semesta mendahului Tuhan. Dia malah menjelaskan, kalau alam itu adalah mumkinul.wujud sedangkan Tuhan itu wajibul wujud. Dengan kata lain, alam ini ada karena adanya Tuhan".

Selain itu, ada yang mengatakan bahwa Ibnu Sina adalah seorang pemabuk dan penyuka seks. Ini bersumber dari buku otobiografinya yang diterjemahkan kedalam bahasa Inggris oleh Williem  E Golhman dan mengatakan bahwa "Ibnu Sina ketika ia sudah lelah belajar, ia akan meminum sesuatu (disitu dikatakan wine) lalu ia  kembali segar dan kembali belajar. menurut situs trisetyarso.comd, kata  "wine" disitu adalah merepresentasikan kata "minuman" di kalangan Barat. Padahal kita ketahui, minuman yang biasa di minum oleh para ilmuan-ilmuan Islam zaman dahulu adalah minuman kopi Arabica. Jadi jelaslah, yang dimaksud minuman itu bukanlah wine.
Lalu, keterangan yang mengatakan Ibnu Sina suka Sex. Sampai saat ini, Gue belum dapet keterangannya.
Ya, apapun itu. Ibnu Sina tetaplah Ibnu Sina yang dikagumi dan kontroversial. Bahkan, di masa saat dia hidup pun, dia sudah kenyang dengan yang namanya dan sumpah serapah. Bahkan dia juga pernah di jebloskan ke penjara oleh kerajaan . Namun satu hal yang pasti, Ibnu Sina adalah salah satu ilmuan Muslim paling berpengaruh di dunia.
Menurut portal-ilmu.com Ibnu Sina diketahui mengidap penyakit kolik. Karena sudah menguasai ilmu kedokteran. Ia beruasaha membuat obatnya sendiri dengan bantuan para pelayannya. Namun karena kecerobohan pelayannya, pelayannya memberikan obat dengan dosis yang berlebih. Sehingga penyakitnya menjadi semakin parah. Setelah berjuang beberapa lama, akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya pada bulan maret dan bertepatan pada bulan Romadhon 1073M/428 H di kota Hamdan,Iran. Saat ini makamnya di jadikan Musium ilmuan-ilmuan Islam.

Tidak ada komentar

Translate