Hot Article

Salahuddin Al-Ayyubi, sang penegak toleransi beragama

Salahuddin Al-Ayyubi, sang penegak toleransi beragama


Emang tak ada habisnya kalau kita membicarakan tokoh satu ini. Mulai dari kisah masa mudanya yang menarik, hingga masa keemasanny sebagai raja Mesir, Suriah dan sekitarnya, hingga masa penaklukan Yerusalem yang dilakukan dengan cara eleghan. Tak mengherankan dah, jika dia di kagumin bukan hanya oleh kaum Muslim sendiri, namun juga dikagumi oleh kalangan Barat dan non Muslim di seluruh dunia.

Setelah Saladin menguasai seluruh Mesir,Suriah dan Yaman. Peperangan dengan kerajaan Yerusalem tampaknya menjadi dingin dan mencair. Walapun seringkali ada saja kaum-kaum fanatik Kristen yang biasanya tampak mengganggu karavan pedagang Muslim dari Arab. Namun hal itu tidak terlalu berpengaruh signigfikan pada pada perjanjian damai antara Yerusalem dan Saladin.
Selama hampir 6 tahun, Saladin melakukan perjanjian damai pada Yerusalem. Raja Baldwin dari Yerusalem pun sepertinya tak memiliki pilihan lain selain menghindari peperangan dengan Saladin yang memiliki kekuatan besar di Damaskus dan Mesir.
Perjanjian itu membuat Orang-Orang Muslim atau disebut juga sebagai Seracen oleh Orang-Orang barat bisa bebas masuk kendalam Yerusalem dan Baitul Maqdis tanpa di usik oleh Kerajaan. Bahkan, banyak juga orang-orang Muslim yang mengabdi sebagai pelayang Kerajaan Yerusalem, sehingga di setiap sudut kerajaan Yerusalem saat itu, bisa di temui adanya Orang Muslim. Bahasa yang digunakan pun adalah bahasan Arab
Tetapi semua itu berubah, ketika negara api menyerang.

Pada tahun 1187, pertempuran besar terjadi di Hittin antara pasukan salib melawan Pasukan Saladin. Pertarungan ini bisa terjadi karena pada beberapa hari sebelumnya telah terjadi pembantain karavan pedagang Muslim oleh pasukan salib yang di pimpin oleh Raynald de Chatillon. Dan sang Raja Yerusallem baru yang bermana Guy the Lusignan langsung menyiapkan pasukan besar-besaran untuk menyerang Saladin di istananya. Namun penyerangan itu adalah umpan yang selama ini selalu di harapkan oleh Saladin. Saladin tahu betul kalo daerah Arab itu adalah daerah gurun tandus. Sehingga berjalan di tengah gurun seperti itu akan menyebabkan tubuh menjadi cepat lelah dan letih. Tanpa adanya sumber air, maka peperangan pun mudah untuk di tebak dan mudah diprediksi bahwa mereka akan kalah. Nah, cerdiknya Saladin adalah seluruh sumber air di daerah itu telah di kuasai oleh tentara- tentara Saladin. Sehingga pasukan salib tidak mendapatkan suply air sama sekali.
Karena tidak mendapatkan suply air dan di tambah dengan perjalanan jauh dari Yerusalem ke Mesir. Maka mulailah satu persatu dari pasukan salib itu berjatuhan karena kehausan dan kelelahan.
Sesampainya pasukan salib tiba di Hittin, mereka telah di tunggu oleh pasukan Saladin yang berjumlah 30 ribu pasukan, yang terdiri dari 12 ribu kavaleri atau pasukan penunggang kuda dan 18 ribu infanteri atau pasukan pejalan kaki.

Apa yang terjadi selanjutnya adalah, persis seperti apa yang di gambarkan dalam film produksi Holywood berjudul "Kingdom of Heaven" dimana, pasukan salib pada saat itu hancur tak bersisa. Para komandan-komandan perang salib temasuk sang Raja Yerusalem yang baru dilantik, yaitu iaGuy the Lusignan juga, ditangkap sebagai tahanan perang oleh pasukan Saladin. Sedangkan Raynald de Chatillon di eksekusi setelah sebelumnya juga tertangkap oleh pasukan Saladin

Kata- kata yang Gue ingat dari Saladin pada saat itu "seorang Raja tidak membunuh Raja yang lainnya". Itulah alasan kenapa Guy tidak di eksekusi. Sedangkan Balian of Libelin seorang bangsawan Yerusalem berhasil melarikan diri kembali ke Yerusalem. Kelak, Balian inilah yang akan mempersiapkan pertahanan benteng Yerusalem dan ia juga lah yang menjadi komandan terakhir dari pasukan yang tersisa dalam mengahadapi pengepungan Yerusalem yang dilakukan Saladin.

Saladin dengan cepat segera mengepung  Yerusalem, setelah kekalahan telak pasukan Salib di perang hattin. Saladin harus berhadapan dengan pasukan Balian yang mengurung diri di dalam benteng Yerusalem.
Sebelum menyerbu Yerusalem, Saladin sendiri telah menawarkan penyerahan Yerusalem dengan damai tanpa adanya kontak senjata. Namun usulan itu di tolak oleh Balian dan ia lebih memilih jalan peperangan.

Pada hari ahad, tanggal 20 september 1187 Saladin memulai penyerangan ke arah Benteng tersebut. Hampir satu minggu lebih pengepungan itu terjadi, dan segala cara telah di lakukan untuk bisa masuk ke dalam benteng, namun masih belum mendapatkan hasil yang mumpuni.
Tepat tanggal 29 september, pasukan Saladin akhirnya berhasil merobohkan tembok benteng Yerusalem, setelah memfokuskan penyerangan terhadap benteng tersebut secara bertubi-tubi.
Tanggal 2 oktober atau bertepatan dengan tanggal 27 rajab, akhirnya Yerusalem berhasil  di taklukan dari setelah Balian menerima perundingan dari Saladin, yang  isinya bahwa Saladin akan menjamin keselamatan 7000 prajurit Yerusalem untuk keluar dari Yerusalem. Tetapi, sisanya harus ditahan sebagai tahanan perang.

Berita jatuhnya Yerusalem jelas saja membuat geger seluruh negri Kristen di seluruh dunia. Terkhususnya pada negara-negara Eropa. Pada tahun 1189, pasukan Kristen melakukan penyerangan untuk mengembalikan Yerusalem di bawah kekuasaan Kristen. Perang ini, disebut juga dengan nama perang Salib ke 3. Dan kali ini yang memimpin penyerangan adalah gabungan dari beberapa pemimpin kerajaan Eropa, diantaranya adalah seorang kaisar   dari Jerman bernama Frederick Barbarossa, lalu ada Raja Prancis bernama Philip Augustus dan Raja Richard the Lion Heart dari Inggris.
Perang itu terjadi cukup lama dari rentang Tahun 1189 M hingga berakhit pada tahun 1192M. Ada yang menarik dari perang besar satu ini. Meninggalnya Barbarossa karena tenggelamnya  kapal  yang di tumpanginya sebelum bisa sampai ke daratan Yerusalem. Membuat kepemimpinan Pasukan ini berada di pundah Raja Richard the Lion Heart.
Dari sinilah, banyak terjadi kisah-kisah unik yang terjadi antara Saladin dan Raja Richard ini.

Di ketahui, dalam keadaan memanasnya peperangan di Anatolia. Richard memilih untuk memimpin sendiri perang melawan pasukan Muslim. Richard diketahui, sangat- sangat maksimal dalam mempersiapkan penyerangan tersebut. Hingga di suatu ketika ia kelelahan dan kudanya pun tampak sangat kelelahan di buatnya. Di masa yang sangat genting seperti ini datanglah Saladin dengan menunggangi Kudanya yang gagah dengan membawa 1 kuda lainnya, yang tanpa ada penunggangnya. Ia pun memberikan kuda itu pada Raja Richard.

Richard pun pernah di ketahui meminta nasihat dari Saladin. Suatu hari, ia menyamar dan pergi ke Yerusalem untuk menemui Saladin. Saladin pun menerima.kunjungan itu dengan sangat baik. Mereka pun berbincang bincang tentang banyak hal, dan di akhir pembicaraan Saladin mengomentari tentang Raja Richard. Di matanya, Richard adalah seorang pemimpin yang berani namun ia juga adalah seorang gegabah dalam mengambil keputusan.

Begitulah kehebatan Saladin dalam pertempuran, pemerintahan dan dalam berbagai toleransi menggetarkan hati yang di buatnya. Karena hal itulah ia dikagumi oleh banyak orang di dunia, baik Muslim maupun Non Muslim. Bahkan ia telah beberapa kali di sebutkan dalam beberapa Film Holywood, seperti Film Kingdom of Heaven yang memuat kisahnya saat terjadinya penaklukan Yerusalem oleh Kaum Muslim. Selain itu, ia juga muncul dalam berbagai macam judul-judul game-game terkenal seperti Age of Empires, Civilazation, Crusader dan masih banyak ya ng lainnya.

Tidak ada komentar

Translate