Hot Manga

Otoyomegatari dan pernikahan Rasulullah Muhammad dengan Aisyah

Otoyomegatari dan pernikahan Rasulullah Muhammad dengan Aisyah

Otoyomegatari a bride story kaouri mori dan pernikahan Rasulullah Muhammad dengan Aisyah - Setelah sebelumnya kita telah membahas tentang topik yang berjudul welcome to NHK dan ajaran Islam di dalamnya serta satu lagi topik yang berjudul Review Kanojo Mo Kanojo mengajarkan poligami. Nah pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang topik yang berjudul Manga Otoyomegatari dan hubungannya dengan pernikahan Rasulullah Muhammad SAW dengan Aisyah RA. Oke tanpa berlama-lama lagi mari langsung saja kita kupas artikelnya.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana kabar kalian? semoga masih diberi kesehatan, kesempatan dan keceriaan, sehingga masih bisa menikmati suguhan video artikel-artikel berkualitas dari channel egagology. Dan jangan lupa juga untuk like, subscribe dan share video dari kami ke grup chatting komunitas kalian agar channel ini bisa menjadi wadah berkumpulnya para weeaboo-weeaboo barokah di seluruh dunia.

Otoyomegatari manga romance by Kaori Mori

Membicarakan tentang manga berjudul A brides story atau yang dalam bahasa Jepangnya juga disebut Otoyomegatari. Mungkin kita akan sepakat bahwa sesuatu yang menjadikan manga ini menjadi menarik adalah terletak dari plot atau sinopsis dari manga ini sendiri. Dimana, kita dapat menemukan salah satu kisah manga bergenre romance, namun dengan latar cerita yang sama sekali berbeda dibandingkan dengan cerita-cerita dengan genre sejenis. Ya,manga ini sendiri memperlihatkan bagaimana jadinya kisah romansa antara sepasang suami istri dimana keduanya adalah memiliki perbedaan umur yang sangat mencolok dimana sang suami berusia 12 tahun dan sang istri sudah berusia 20 tahun. Mereka dijodohkan demi memperkuat hubungan 2 suku yang saling berjauhan di antara pegunungan.
Namun, apa yang terjadi selanjutnya bisa dikatakan sangat jauh berbeda dari kisah legenda Siti Nurbaya.
Setelah membaca lembar demi lembar dari manga in, manga ini mengajarkan bahwa pernikahan yang di latar belakangi perjodohan dan juga perbedaan umur yang sangat jauh,bahkan salah satunya pun baru saja mencapai masa baligh, justru bisa dikatakan lebih menyenangkan dan terkesan lebih romantis. Dibandingkan dengan kisah-kisah romantis remaja yang biasa kita temui.
Banyak adegan-adegan di manga ini yang memperlihatkan bagaimana harmonisnya dan romantisnya hubungan mereka. Contohnya seperti yang diceritakan di chapter 3 dari manga ini, dimana sang suami yang bernama Karluk dan sang istri yang bernama Amir di perlihatkan sedang berlomba dengan memacu kuda yang mereka kendarai, lalu Karluk yang tertinggal jauh dari Amir akhirnya bisa menyusul dan akhirnya ia menggandeng tangan Amir. Ketika saya membaca manga ini, hal tersebut terlihat sangat menyenangkan dan bisa dikatakan sangat sukses membuat para pembaca dari manga ini melupakan sejenak latar belakang dari kedua insan yang telah menjadi suami istri tersebut.
Selain chapter 3, chapter 5 dari manga ini juga tak kalah mengguncangkan para pembaca. Dimana Amir sangat khawatir ketika mengetahui bahwa Karluk terserang demam. Ia pun rela begadang, untuk memastikan bahwa sang suaminya baik-baik saja. Sungguh, sebuah adegan yang menghangatkan hati, bukan.


Ya, adegan di atas adalah beberapa contoh bahwa pernikahan mereka adalah pernikahan yang sangat mengesankan dan membahagiakan, walaupun pernikahan tersebut berstatus pernikahan beda usia dan juga berstatus perjodohan di antara kedua suku yang bersahabat.Namun, hal-hal tersebut tidak ada yang bisa menghalangi keduanya untuk menjalankan fungsinya masing-masing sebagai suami dan istri yang baik di dalam keluarga kecil mereka.
Ya, jika kita merefleksikan cerita di dalam manga ini dengan sejarah Islam. Cerita di dalam manga ini mengingatkan saya dengan kisah pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan salah satu Istri paling spesial dalam sejarah hidup junjungan kita tersebut, yaitu Aisyah RA.
Ya, pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Aisyah Ra memang begitu spesial bagi para penganut agama Islam. Namun, dibalik semua itu, ternyata pernikahan ini juga selalu menjadi topik hangat dan selalu menjadi bahan perdebatan, baik dari kalangan Muslim maupun Non Muslim. Kisah ini pun juga seolah menjadi salah satu senjata bagi para pembenci Islam atau dalam hal ini adalah non Muslim untuk menyerang argumen-argumen logis yang disampaikan oleh kaum Muslim. Kata-kata yang dilontarkan mereka biasanya adalah berupa kalimat-kalimat template seperti misalnya “Nabi Muhammad pedofile” atau “orang tua menikahi anak berusia 6 tahun “ atau juga kata-kata yang lebih jarang digunakan seperti “memaksa anak kecil menikah dengan orang tua” . Ya,beberapa kata yang mungkin jika jika kalian terlalu sering berinteraksi dengan mereka akan merasa bosan sekaligus geli melihat kata-kata yang seolah seperti ditulis oleh bot tersebut.

Pernikahan Rasulullah Muhammad dengan Aisyah

Ya, sebenarnya ketika kita mau menanggapi komentar-komentar tersebut. Hal yang paling penting yang harus kita lakukan adalah kita harus tetap tenang dan enjoy, jangan tersulut emosi dengan hal tersebut. Dan hal yang paling penting dari semua itu adalah katakanlah semua dengan kejujuran, jangan mengelak atau dalam bahasa kerennya disebut juga ngeles, dan jangan menghina balik serta jika kita tidak mampu ataupun tidak bisa menjawabnya, maka katakanlah tidak tau atau diam. Ini sangatlah penting, karena hal-hal dasar seperti inilah yang membedakan ajaran Islam dengan ajaran agama lain nya.
Oke, kita kembali ke permasalahan pernikahan Nabi Muhammad dengan Aisyah yang mungkin“ dianggap kontroversial” bagi beberapa kalangan. Sebenarnya untuk masalah ini,kita tidak bisa men just atau menghakimi suatu budaya dari zaman yang jauh di masa lampau berdasarkan sudut pandang manusia modern. Sama seperti halnya jika kalian menilai praktek perbudakan dan peperangan menggunakan pedang di masa lampau. Dan kalian menilai bahwa perbudakan dan peperangan menggunakan pedang di masa itu sebagai sesuatu yang salah, karena kalian menilai bahwa saat ini perbudakan sudah ditiadakan dan peperangan dengan menggunakan adu pedang sudah tidak digunakan. Sudut pandang seperti ini sudah pasti adalah sebuah penempatan sudut pandang yang salah, atau bisa jadi mereka dengan sengaja menempatkan sudut pandang tersebut menjadi salah.Untuk poin terakhir tersebut, tidak ada yang bisa kita lakukan untuk memperbaikinya.

Pernikahan dini adalah budaya zaman dahulu

Perlu di ketahui bahwa di zaman dulu dari zaman Nabi masih hidup hingga masuk masa perang dunia ke 2. Para pembenci Islam dan para misionaris, tak ada sama sekali yang mengecam ataupun menganggap pernikahan Nabi Muhammad sebagai suatu kesalahan. Yap. pernikahan dini dan pernikahan dengan perbedaan usia yang sangat jauh di zaman dulu adalah sebuah hal yang lumrah.Banyak beberapa tokoh yang melakukannya, misalnya seperti Mahatma Gandhi, salah satu tokoh paling penting dalam sejarah India pernah menikah di usia 15 tahun, lalu ada juga Raja David 2 dari Skotlandia yang menikah di umur 4 tahun, Charlie Chaplin yang menikahi gadis berusia 17 tahun, kisah para selir Kaisar China dan masih banyak lagi kisah tokoh-tokoh di masa lampau yang melakukan tradisi pernikahan dini ataupun pernikahan beda usia yang sangat jauh. Di Indonesia pun, kita mengenal yang namanya tradisi kawin gantung, di mana di dalam tradisi tersebut, 2 anak kecil akan dinikahkan. Namun pernikahan tersebut sendiri hanyalah sebagai status saja, bukanlah status pernikahan yang sebenarnya. Ya, itu pulalah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad. Ia memang menikahi Aisyah di usia 6 tahun,namun ia baru memulai kehidupan berumah tangganya ketika Aisyah telah mencapai usia baligh.
Karena hal ini sangat jelas dijelaskan bahwa kita tidak boleh memaksa orang untuk dinikahi, tanpa kerelaan hatinya. Seperti apa yang dikatakan dalam AlQuran yang berbunyi

Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (QS an-nisa 19)

Ya, usia ketika Rasul menikahinya secara resmi sendiri,masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Ada yang bilang 9 tahun, ada yang mengatakan 12 tahun, 15 tahun, ada juga yang mengatakan 17 tahun dan 18 tahun.
Namun, satu hal yang pasti, di dalam beberapa riwayat yang diriwayatkan sendiri oleh Aisyah bahwa ia menceritakan sebelum Rasulullah SAW melamar dirinya. Sebenarnya ada salah seorang dari kaum Quraisy yang melamar Aisyah lebih dahulu,yaitu yang bernama Jubair bin Muth’im, namun pernikahan itu tak jadi dilaksanakan karena orang tua dari Jubair melarang anaknya masuk Islam.
Ini menandakan bahwa, pernikahan gantung di dalam budaya Arab saat itu adalah sesuatu yang lumrah, Islam sama sekali tidak serta merta menentang tradisi tersebut. Selama budaya tersebut tidak bertentangan secara langsung dengan hukum Islam dan justru bisa digunakan sebagai media dakwah untuk menegakkan ajaran Islam.

Asimilasi hukum Islam pada budaya Arab

Contoh lain dari asimilasi hukum Islam dalam budaya Arab ini misalnya seperti tentang perbudakan. Islam tak serta merta melarang perbudakan, namun Islam mengatur cara memperlakukan budak. Misalnya aturan Islam yang mengatakan bahwa, sang budak harus diberi makanan, pakaian,harta, perhiasan dan bahkan kendaraan yang sama atau setara dengan majikannya. Ini membuat orang akan berpikir seribu kali jika ingin memiliki seorang budak.
Ya,seperti telah disinggung di atas,hampir semua kisah romansa antara Nabi Muhammad SAW dan Aisyah RA berasal dari jalur periwayatan Aisyah sendiri. Ada sekitar 2210 hadist yang di riwayatkan olehnya, menjadikan dirinya berada di posisi ke 4 sebagai periwayat hadits terbanyak. Dan dari semua hadits yang diriwayatkannya, tidak ada satupun kisah buruk tentang Rasul Muhammad yang terselip di dalamnya. Apa yang ia katakan justru adalah sebuah kisah bagaimana betapa ia sangat mencintai Nabi Muhammad SAW.
Salah satunya hadits yang diriwayatkannya adalah tentang kisah tentang kecemburuan Aisyah ketika Rasul menceritakan tentang Khadijah, mendiang istri tuanya yang telah meninggal. Dan ia pun sangat cemburu jika Nabi Muhammad sedang bersama dengan istri-istri lainnya yang sebenarnya jauh lebih tua darinya.
Karena seperti yang kita ketahui bahwa, semua Istri nabi Muhammad SAW dinikahi dengan berstatuskan janda, kecuali Aisyah RA.
Lalu. selain itu juga ada kisah tentang ia bersama Nabi Muhammad bermain lomba lari, Seperti dikatakan dalam sebuah hadist yang berbunyi

Aisyah RA berkata, "Aku ikut bersama Rasulullah SAW dalam sebuah perjalanan. Pada saat itu tubuhku masih ringan. Kami singgah di sebuah tempat dan Nabi SAW memerintahkan para sahabatnya untuk meneruskan perjalanan. Lalu Nabi SAW berkata kepadaku, "Mari kita lomba lari!"
“Ternyata aku mengalahkan Nabi SAW. Kemudian dalam perjalanan lain aku juga ikut. Pada saat itu tubuhku sudah berat (gemuk). Nabi SAW berkata kepadaku, "Mari kita lomba lari!" Ternyata Nabi SAW mengalahkan aku.
Nabi bersabda sambil menepuk pundakku, "Kemenangan ini menutupi kekalahan yang dulu" (HR. Abu Daud dan Nasa'i).

Ya, dari hadits di atas bisa dikatakan bahwa kisah rumah tangga dari Nabi Muhammad SAW dan Aisyah RA bisa dikatakan sebagai salah satu kisah nyata romantis yang ada di dunia ini.

Endng kisah romance yang sempurna

Lalu, akhir dari kisah romansa ini adalah, Rasulullah Muhammad SAW meninggal di pangkuan Aisyah RA. Dan ketika Rasul telah meninggal, hal yang pertama kali dilakukannya adalah membersihkan gigi-gigi dengan Siwak. Dan setelah meninggalnya Nabi Muhammad SAW,Aisyah RA tercatat tidak pernah menikah lagi hingga akhir hayatnya, karena ia meyakini bahwa ia bersama dengan suami tercintanya tersebut akan dikumpulkan kembali di surganya Allah SWT di akhirat kelak.
Kesimpulannya adalah pernikahan Nabi Muhammad dengan Aisyah bisa dibilang sebagai kisah romance paling imajinatif dan pastinya paling di impikan oleh siapapun yang membaca kisahnya.
Jika cerita film seperti Kimi no nawa dan manga berjudul A Bride’s Story saja bisa mendapatkan berbagai macam penghargaan dan nominasi penghargaan. Saya rasa kisah nyata dari rumah tangga Nabi Muhammad dan Aisyah ini lebih melampau kedua karya populer yang telah saya sebutkan diatas.


Oke, sekian dulu pembahasan kita tentang video yang berjudul Manga Otoyomegatari dan hubungannya dengan pernikahan Rasulullah Muhammad SAW dengan Aisyah RA. Semoga video ini bisa bermanfaat untuk kalian dan jangan lupa juga untuk like subscribe dan share video dari kami ke grup chatting komunitas kalian agar channel ini bisa menjadi wadah berkumpulnya bagi para weeaboo weeaboo barokah di seluruh dunia akhir kata assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh salam hangat egagology

Anime Islam Otoyomegatari dan pernikahan Rasulullah Muhammad dengan Aisyah


Tidak ada komentar