Hot Artikel

Fakta Mengejutkan: Inilah Alasan Sukuna Tertarik pada Megumi

Fakta Mengejutkan: Inilah Alasan Sukuna Tertarik pada Megumi


Fakta Mengejutkan: Inilah Alasan Sukuna Tertarik pada Megumi

Fakta Mengejutkan: Inilah Alasan Sukuna Tertarik pada Megumi - Setelah sebelumnya kita sudah bahas tentang kenapa Satoru Gojo tidak jadi jahat meskipun dia sangat kuat, dan juga kita pernah bahas tentang Perubahan Geto Saguru Jujutsu Kaisen Justru Sesuai Ajaran Islam, kali ini kita akan masuk ke pembahasan yang jauh lebih menarik, dan bahkan agak mengejutkan buat sebagian orang. Karena dalam salah satu adegan penting di Jujutsu Kaisen, kita bisa menemukan ajaran yang sangat fundamental dalam Islam, yaitu tauhid. Betul, tauhid. Keyakinan tentang Tuhan Yang Maha Esa, yang hanya satu, tidak ada duanya, tidak ada bandingannya. Dan ini muncul secara eksplisit dalam dialog Megumi Fushiguro ketika ia memanggil shikigami terkuatnya, yaitu Mahoraga.

Kisah Megumi 

Buat para penggemar Jujutsu Kaisen, adegan ini pasti sudah sangat familiar. Megumi, dengan tubuh yang penuh luka, berdiri tegak, lalu mengucapkan sebuah kalimat pemanggilan yang di subtitle diterjemahkan sebagai seruan kepada “Tuhan Yang Maha Esa.” Dan setelah itu, muncullah Mahoraga, shikigami yang bahkan belum pernah bisa dia kendalikan dengan sempurna. Banyak orang mungkin menganggap itu hanya sekadar dialog keren, atau sekadar istilah dalam dunia fantasi yang dipakai Akutami Gege sebagai penulis Jujutsu Kaisen. Tapi kalau kita lihat lebih dalam, jelas sekali ada pesan besar yang bisa kita tarik.

Karena faktanya, ini bukan sekadar gaya bahasa. Ini bukan sekadar bumbu dramatis. Ini adalah pengakuan akan sebuah konsep besar yang ada dalam hampir semua agama samawi, yaitu keesaan Tuhan. Dan kalau kita bicara dalam perspektif Islam, inilah inti dari segala inti. Tauhid adalah pondasi pertama. Semua ajaran, semua ibadah, semua syariat, semua amal perbuatan, pada akhirnya kembali kepada keyakinan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.

Nah, Jujutsu Kaisen, lewat adegan Megumi ini, dengan sangat berani dan eksplisit menghadirkan kalimat tauhid. Artinya, tanpa sadar, anime ini mengajarkan tauhid kepada jutaan penonton di seluruh dunia. Mungkin penulisnya tidak bermaksud seperti itu. Mungkin penerjemah subtitle juga tidak sengaja menghadirkan nuansa Islami yang begitu kental. Tapi di sinilah letak menariknya. Karena di dalam tradisi agama, selalu ada yang namanya jejak-jejak wahyu yang tersisa.

Karen Amstrong

Kalau kita baca buku Karen Armstrong yang berjudul The Case for God, dia menjelaskan bahwa pada dasarnya semua agama besar di dunia ini berasal dari satu pohon yang sama. Ada satu sumber utama, yaitu pengakuan akan Tuhan Yang Maha Esa. Tapi seiring waktu, seiring manusia tersebar, seiring budaya berkembang, ajaran itu kemudian bercabang, bercampur dengan tradisi lokal, hingga melahirkan beragam sistem kepercayaan yang kita kenal sekarang.

Jadi ketika Megumi mengucapkan kalimat tauhid, itu bukan kebetulan. Itu adalah bagian dari pola besar sejarah manusia. Karena di berbagai peradaban, kita selalu menemukan konsep tentang satu Tuhan tertinggi.

Sejarah Agama

Misalnya dalam agama Shinto di Jepang. Banyak orang mengira Shinto itu politeistik, hanya berisi pemujaan kepada ribuan kami atau roh. Tapi kalau kita dalami lagi, dalam ajaran Shinto sebenarnya ada konsep tentang satu entitas tertinggi, sumber dari semua kami, meskipun tidak selalu disebut dengan nama yang eksplisit. Dan orang-orang Shinto, ketika berdoa di kuil, mereka tidak sedang menyembah patung atau benda fisik. Patung itu hanya simbol, medium, pengingat. Mereka tetap mengakui adanya satu kekuatan ilahi yang lebih besar.

Lalu dalam tradisi Buddha, meskipun sering dianggap tidak berfokus pada konsep Tuhan, sebenarnya ada juga pengakuan akan kekuatan transenden yang tunggal. Bahkan dalam praktik sehari-hari, banyak umat Buddha yang tetap mengarahkan doa kepada satu Tuhan tertinggi sebelum kemudian menghormati para Bodhisattva.

Di tradisi Nordik kuno pun, kita menemukan hal yang sama. Mereka memang punya banyak dewa, seperti Odin, Thor, Loki, dan lain-lain. Tapi di atas semuanya, ada konsep tentang entitas tertinggi yang tidak bisa diwakili oleh sosok tertentu. Bahkan tokoh Heimdall, yang dalam mitologi Nordik bertugas meniup sangkakala di akhir zaman, punya kemiripan dengan malaikat Israfil dalam tradisi Islam yang juga akan meniup sangkakala sebagai tanda dimulainya kiamat.

Semua ini mengarah pada satu hal: bahwa tauhid, atau pengakuan kepada Tuhan Yang Esa, adalah fondasi universal dalam jiwa manusia. Dan Jujutsu Kaisen, entah sadar atau tidak, berhasil menyelipkan itu lewat Megumi.

Baca Juga : 

Alasan Gojo Tidak Bisa Menyelamatkan Geto dalam Jujutsu Kaisen

Perubahan Geto Saguru Jujutsu Kaisen Justru Sesuai Ajaran Islam


Sekarang mari kita bahas lebih spesifik soal Megumi dan Mahoraga. Dalam ceritanya, shikigami Megumi adalah teknik pewarisan dari klan Zenin, yaitu Ten Shadows Technique. Mahoraga adalah shikigami paling kuat dalam teknik ini, dan bahkan dalam sejarah, tidak ada seorang pun pengguna Ten Shadows yang bisa menguasainya sepenuhnya. Jadi ketika Megumi memanggil Mahoraga, itu adalah sebuah momen pengorbanan, sekaligus pengakuan bahwa ada kekuatan yang lebih besar daripada dirinya.

Nah, pengakuan inilah yang membuat dialog itu terasa begitu Islami. Karena dalam Islam, kita diajarkan bahwa segala kekuatan sejati hanya berasal dari Allah. Manusia tidak bisa mengandalkan kekuatan dirinya sendiri. Bahkan Gojo Satoru, yang dikenal sebagai penyihir terkuat, pada akhirnya gagal menyelamatkan sahabatnya Suguru Geto. Kenapa? Karena hidayah bukan ada di tangan manusia, tapi di tangan Allah. Sama juga dengan Megumi, yang tahu bahwa untuk bisa mengakses kekuatan Mahoraga, dia harus tunduk, dia harus mengakui otoritas yang lebih tinggi, yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

Jadi bisa kita simpulkan, Jujutsu Kaisen secara tidak langsung mengajarkan nilai tauhid kepada para penontonnya. Lewat kisah penuh aksi, pertarungan, dan pengorbanan, terselip satu pesan bahwa di atas semua kekuatan manusia, selalu ada kekuatan tunggal yang tidak bisa ditandingi.

Sekarang, kalau kita tarik ke konteks agama, ini sangat menarik. Karena seperti yang saya bilang tadi, semua agama besar pada awalnya berasal dari satu pohon yang sama. Pohon itu adalah tauhid. Agama-agama bisa bercabang, bisa berbeda nama, bisa punya ritual yang berbeda, tapi akarnya tetap sama.

Shuumatsu No Valkyrie


Di Jepang, meskipun mayoritas orang tidak mengaku beragama secara formal, mereka tetap punya tradisi spiritual yang mengakui adanya sesuatu yang lebih besar. Dan ketika karya seperti Jujutsu Kaisen menampilkan kalimat tentang Tuhan Yang Maha Esa, itu seperti membangkitkan kembali memori purba manusia tentang tauhid.

Hal ini juga menjelaskan kenapa anime, manga, atau karya fiksi Jepang sering menampilkan konsep yang terasa mirip dengan ajaran Islam atau agama samawi. Karena pada dasarnya, para penulis itu tanpa sadar sedang menggali kembali nilai-nilai universal yang sudah tertanam dalam jiwa manusia sejak awal.

Kita bisa lihat contohnya dalam anime lain, seperti Shuumatsu no Valkyrie atau Record of Ragnarok. Di situ, Heimdall meniup sangkakala untuk memulai perang antara dewa dan manusia. Itu sangat mirip dengan konsep Israfil dalam Islam. Dan ini menunjukkan bahwa ide-ide semacam itu bukan kebetulan. Itu adalah memori kolektif umat manusia tentang wahyu yang pernah diturunkan.

Nah, kembali ke Jujutsu Kaisen. Kalau kita perhatikan lebih jauh, sebenarnya banyak sekali nilai moral yang sejalan dengan ajaran Islam. Misalnya soal pengorbanan, soal persahabatan, soal keadilan, soal melawan hawa nafsu, semuanya itu ada dalam Islam. Dan adegan Megumi memanggil Mahoraga dengan menyebut Tuhan Yang Maha Esa adalah puncak simboliknya.

Kalau kita refleksikan, ini adalah pengingat buat kita semua. Bahwa sehebat apa pun manusia, sepintar apa pun strategi, sekuat apa pun jurus, pada akhirnya ada satu titik di mana kita harus mengakui keterbatasan. Dan pada titik itulah kita menemukan tauhid. Kita mengakui bahwa hanya ada satu kekuatan sejati, yaitu Allah.

Jadi, buat teman-teman yang nonton anime ini, jangan anggap remeh adegan itu. Jangan cuma lihat keren-kerenan Mahoraga muncul dengan aura mengerikan. Lihatlah lebih dalam. Itu adalah momen tauhid. Itu adalah ajaran Islam yang terselip di tengah cerita. Dan ini membuktikan bahwa pesan Islam itu benar-benar universal. Bisa masuk ke mana saja, bahkan ke anime shonen populer sekalipun.

Dan mungkin inilah yang membuat Islam begitu relevan sepanjang zaman. Karena inti ajarannya bukan soal budaya tertentu, bukan soal bangsa tertentu, tapi soal sesuatu yang ada dalam fitrah manusia. Semua orang, di belahan dunia mana pun, pada akhirnya akan sampai pada pengakuan bahwa ada satu Tuhan yang mengatur semuanya.

Kesimpulan

Jadi, kesimpulannya jelas. Jujutsu Kaisen mengajarkan tauhid. Melalui Megumi Fushiguro dan Mahoraga, kita diberi pesan bahwa kekuatan sejati hanya ada pada Tuhan Yang Maha Esa. Dan kalau kita tarik lebih luas, ini mengingatkan kita pada ajaran Islam, sekaligus menunjukkan bahwa semua agama sebenarnya berakar dari satu pohon yang sama, yaitu tauhid.

Itu dia pembahasan kali ini. Kalau kamu setuju, silakan tulis pendapatmu di kolom komentar. Dan kalau kamu punya teori lain, jangan ragu untuk berbagi. Karena pada akhirnya, diskusi seperti ini bukan cuma soal anime, tapi juga soal bagaimana kita bisa menemukan nilai-nilai spiritual dalam karya fiksi modern.

Terima kasih sudah menonton sampai akhir. Jangan lupa like, share, dan subscribe, karena masih banyak konten menarik lain yang akan kita bahas. Sampai jumpa di video berikutnya.



Fakta Mengejutkan: Inilah Alasan Sukuna Tertarik pada Megumi

Tidak ada komentar