Hot Manga

Sejarah Assassin Hassan i Sabbah di dalam Anime Fate Series

 

Sejarah Assassin Hassan i Sabbah di dalam Anime Fate Series

Anime Islam terbaru

Sejarah Assassin Hassan i Sabbah di dalam Anime Fate Series - Setelah sebelumnya kita telah membahas tentang topik yang berjudul  Iskandar Anime Fate Zero dan hubungannya dengan Al Qur’an serta satu lagi topik yang berjudul ajaran Islam di dalam anime Arslan Senki tentang sejarah Salahuddin Al Ayyubi. . Nah pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang topik yang berjudul ajaran Islam di dalam Anime Fate series tentang sejarah Hassan-i Sabbah dan Assassin. Oke tanpa berlama-lama lagi mari langsung saja kita kupas artikelnya.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana kabar kalian? semoga masih diberi kesehatan, kesempatan dan keceriaan, sehingga masih bisa menikmati suguhan video artikel-artikel berkualitas dari channel egagology.Dan jangan lupa juga untuk like, subscribe dan share video dari kami ke grup chatting komunitas kalian agar channel ini bisa menjadi wadah berkumpulnya para weeaboo-weeaboo barokah di seluruh dunia.
Ya, sesuai dengan judul di atas. Hari ini kita masih akan membahas tentang salah satu franchise anime paling populer di dunia, yaitu Fate series.
Tepatnya yang akan kita bahas adalah para karakter-karakter Servant yang masih ada hubungannya dengan sejarah Islam.
Ya, setelah di video sebelumnya kita telah menghadirkan Iskandar dari kelas Rider sebagai objek pembahasan kita.
Nah, pada video kali ini, yang akan kita bahas adalah tentang salah satu karakter Servant lainnya yang ada di dalam serial ini, yaitu Assasins dan Hassan Ibn Sabbah.
Untuk kalian yang belum pernah menonton sama sekali atau mungkin lupa dengan alur cerita dari anime ini. Sekedar merefresh ingatan kalian, Servant class Assassin atau lebih tepatnya adalah True Assassin pimpinan Hassan Ibn Sabbah secara resmi pertama kali muncul di dalam anime Fate Zero yang merupakan prekuel dari judul aslinya yang berjudul Fate Stay Night.
Namun, terkhusus untuk karakter Hassan sendiri. Hassan Ibn Sabbah juga tercatat di tampilkan di beberapa judul lanjutan dan juga spin off dari serial ini, yang mewakili Servant class Assassin.
Di dalam anime Fate zero sendiri, Assasin diceritakan sebagai kelompok Servant yang dimiliki oleh seorang Master bernama Kirei Kotomine.
Sedangkan Hassan Ibn Sabbah sama sekali tidak muncul di anime tersebut. Hassan sendiri pertama kali muncul dan menampakkan kemampuannya di dalam anime the Movie Fate Stay Night berjudul Heaven Fell, yang merupakan sebuah film adaptasi dari game Visual Novelnya, tepatnya yang menceritakan tentang rute Sakura Matou.

Fate zero

Di dalam anime Fate Zero sendiri, kemampuan Assassin seolah di nerf dan tidak terlalu ditampakkan sama sekali kekuatan mereka yang sesungguhnya. Ini dikarenakan mereka adalah Servant yang melayani Kirei, yang notabene juga adalah pelayan dari Tokiomi Tohsaka, yang merupakan Master dari Archer. Jadi bisa dikatakan di dalam Anime Fate Zero, para Assasin adalah Servant yang paling sial. Karena mereka harus melayani seorang Master yang melayani Master lainnya.
Hasilnya mereka hanya di manfaatkan sebagai mata-mata bayangan, karena salah satu kemampuan yang dimiliki mereka adalah bisa menghindari berbagai jebakan dan tidak mudah terdeteksi oleh siapapun, seperti layaknya hantu.
Selain sebagai mata-mata, mereka juga digunakan sebagai bidak tumbal yang harus dikorbankan demi mulusnya strategi yang direncanakan oleh mentor dari Kirei, yaitu Tokiomi.
Tak mengherankan jika akhirnya, kematian seluruh anggota Assassin di anime ini, bisa dibilang adalah salah satu adegan kematian paling konyol di dalam serial tersebut.

Fate zero episode 11

Tepatnya di episode 11,  dimana di ilustrasikan bahwa mereka dengan pasrah merelakan diri mereka sendiri merasakan kematian di tangan Iskandar. Iskandar memusnahkan mereka dengan cara menggunakan  jurus pamungkasnya alias harta mulianya yang bernama Ionioi Hetairoi. Ya, perintah pengorbanan diri para Assasin tersebut, diperintahkan Kirei hanya dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana kekuatan Iskandar yang sebenarnya.

Fate Stay Night Heaven

Ya, berbeda dengan penampilan Assasin di dalam anime Fate Zero, penampilan Hassan Ibn Sabbah sebagai Assasin di sekuel dari Fate Zero, yaitu Fate Stay Night Heaven Feel bisa dibilang sangat memuaskan dan diilustrasikan sebagaimana layaknya Assasin sebagai pembunuh senyap yang melegenda dalam sejarah.
Di dalam anime ini, Hassan Ibn Sabbah ditampilkan sebagai Servant milik sang Villain utama di dalam film the movie ini, yaitu Zouken Matou.
Dan bahkan kita pun di perlihatkan jurus pamungkas alias harta mulia dari Hassan Ibn Sabbah. Jurus tersebut dinamakan, Sabaniah.
Yap,Sabaniah atau Zabaniah sendiri sebenarnya diambil dari nama sekelompok Malaikat yang bertugas menyiksa para penghuni neraka di dalam ajaran Islam, Zabaniyah diyakini berjumlah 19 Malaikat dan dipimpin oleh Malaikat yang bernama Malaikat Malik.
 Informasi ini berasal dari salah satu Hadist Nabi yang berbunyi
Rasulullah bersabda: Siapa yang ingin supaya Allah selamatkan dia dari penanganan Malaikat Zabaniah yang berjumlah 19 orang (malaikat penjaga neraka), maka hendaklah membaca Bismillahirrahmanirrahim, niscaya Allah buatkan untuknya, dari setiap satu huruf itu sebuah surga.
HR.Ibnu Mas'ud.

Sejarah asli Assassin Hassan i Sabbah

Sedangkan Hassan Ibn Sabbah dan Assasin sendiri sebenarnya diambil atau terinspirasi dari kisah sejarah organisasi pembunuh rahasia pertama di dunia yang eksis pada masa perang Salib.
Ya, seperti apa yang saya katakan di video saya sebelumnya. Perang salib memang bisa dikatakan sebagai salah satu perang yang memiliki cerita-cerita unik di dalamnya. Dan juga di dalam perang ini banyak sekali muncul-muncul pahlawan-pahlawan yang melegenda di dalam sejarah. Salah satunya adalah, munculnya kelompok pembunuh taktis yang dijuluki sebagai Assassin.
Ya, sesuai dengan apa yang ditampilkan di dalam anime Fate series.Kelompok ini dipimpin oleh Hassan Ibn Sabbah, seorang Ulama dan cendekiawan Islam beraliran Syiah mazhab Ismailiyah. Ia dikenal di dunia barat dengan julukan “pria tua dari gunung”
Karena sikapnya yang keras dan pandangan politiknya yang lugas. Mengakibatkan ia akhirnya tidak disukai oleh beberapa kalangan tokoh politik Islam, baik dari kalangan Sunni, Kesultanan Seljuk maupun dari kalangan Kekhalifahan Fatimiyah sendiri, yang notabene merupakan Kekhalifahan Syiah bermazhab 12 imam.
 Karena itulah, setelah sempat menjadi tahanan politik Kekhalifahan Fatimiyah. Ia akhirnya mengasingkan diri ke benteng pegunungan Alamut, di sekitar daerah Qazvin, Iran. Dimana disana merupakan rumah bagi para penganut aliran Syiah bermadzhab Ismailiyah yang menolak tunduk para kekuasaan Fatimiyah maupun Seljuk.
Di pengasingannya tersebut, karena reputasinya sebagai ulama, ia pun diangkat menjadi pemimpin bagi para Ismailiya di daerah tersebut. Benteng Alamut pun dikuasai Hassan tanpa pertumpahan darah.
Karena terbatasnya kekuatan militer yang dimiliki, memaksa Hassan untuk membentuk kelompok organisasi militer yang memiliki kemampuan, kedisiplinan, kesetiaan dan efektivitas di atas rata-rata. Walaupun secara kuantitas, jumlah anggota organisasi tersebut tidaklah  terlalu banyak. Kelompok tersebut di menyebut dirinya sendiri sebagai Al-Da’wa al-Jadida yang berarti panggilan baru. Hassan sendiri menyebut para pengikutnya dengan sebutan Asasiyun, yang berarti orang-orang yang taat pada asas. Namun para korban-korban mereka, menjuluki mereka Hasyasyin.
Beberapa pendapat mengatakan bahwa, Hasyasyin berasal dari nama sang pemimpin organisasi tersebut, yaitu Hassan Ibn Sabbah. Namun ada juga yang mengatakan bahwa istilah Hasyasyin berasal dari kata Hashish yang berarti ganja, yang dimaksudkan sebagai sebuah ejekan langsung terhadap tindakan-tindakan pembunuhan dan aksi teror yang dianggap mereka ”seperti layaknya orang mabuk” yang dilakukan oleh Assassin.
Di dalam catatan perjalanan Marco Polo, yang dianggap fiktif oleh beberapa sejarawan. Dikatakan bahwa, kelompok Hasyasyin diceritakan benar benar menggunakan zat narkotika dan ganja sebagai media pelatihan mereka.
Namun, sumber-sumber Islam, baik dari kalangan Sunni maupun Syiah tidak pernah menyebutkan bahwa mereka menggunakan Ganja dan bahan memabukkan lainnya.
Edward Burman, dalam The Assassins - Holy Killers of Islam, mengatakan: "tidak disebutkan adanya narkotik tersebut (Hashish) terkait dengan para pembunuh Persia - khususnya di perpustakaan Alamut ('the secret archives')".
Sebagai tambahan, the Encyclopedia of the Orient menolak tuduhan ini. Memang Hassan-i Sabbah tercatat keras khusus terhadap pengguna narkotika. Ia merasa narkotika melemahkan disiplin keras yang dibutuhkan para Ismailiyah untuk bertahan hidup. Ia membuat contoh dengan menghukum anaknya di muka umum karena minum alkohol, yang dia yakini memberi contoh buruk bagi masyarakat yang sedang menghadapi cobaan berat tersebut.
Assassin dikenal luas dan melegenda hingga saat ini, karena mereka berhasil membunuh tokoh-tokoh penting, baik dari kalangan Muslim, baik itu Muslim Sunni, Syiah, maupun Pasukan Salib.
Sebut saja misalnya seperti salah satu Wazir Kekhalifahan Abbasiyah yang terkenal bernama Nizam al-Mulk (1092),lalu selain itu ada juga Wazir Fatimiah yang bernama al-Afdal Shahanshah (1122)(yang bertanggung jawab memenjarakan kaum Ismailiyah), lalu ada juga Ibn al-Khashshah dari Aleppo (1125), al-Bursuqi dari Mosul (1126), Raymond II dari Tripoli (1152), Conrad de Montferrat (1192), dan juga Edward I dari Inggris yang terluka karena serangan Assassin.
Saladin, sang panglima Islam paling terkenal pada masa itu, yang juga dikenal sebagai panglima yang membebaskan Yerusalem dari tangan Pasukan Salib juga pernah mendapat ancaman dari kelompok tersebut. Dimana dikisahkan dalam sejarah bahwa, Assasin berhasil masuk kedalam camp Saladin, dan ketika Saladin terbangun dari tidurnya. Ia menemukan sepotong kue beracun di atas perutnya dan sepucuk surat bernada ancaman. Hal ini dilatarbelakangi karena pada saat itu, Saladin tengah berusaha mengepung basis Assasin di Syiria.
Dengan adanya ancaman tersebut, akhirnya Saladin mengakhiri pengepungan tersebut dengan perjanjian perdamaian dan lebih berfokus memerangi kaum Salib.
Btw, jika kalian penasaran dengan sejarah kisah dari Saladin Al Ayyubi, mungkin kalian bisa mengecek video saya sebelumnya yang berjudul ajaran Islam di dalam anime Arslan Senki tentang sejarah Salahuddin Al Ayyubi.
Yap, pergerakan Assassin, dalam penerapannya Assasin memang lebih banyak menyerang psikologis korbannya dibandingkan harus mengotori tangan mereka dengan para korban yang tidak perlu.
Umumnya, mereka bergerak dengan penyamaran, lalu senjata yang biasa mereka gunakan untuk membunuh korbannya adalah adalah belati dan mereka juga menolak menggunakan racun, panah atau alat lain yang bisa memungkinkan sang korban lolos dan hidup. Dalam membunuh mereka mengincar titik-titik fatal yang bisa membunuh secara langsung para korban-korbannya, misalnya seperti leher dan kepala.
Mereka juga, biasanya membunuh para korbannya di depan umum demi menciptakan teror secara psikologis.
Assassin juga termasuk organisasi pelopor yang menggunakan sinyal pantulan cermin di siang hari untuk berkomunikasi dengan basis terdekat, khususnya sekitar alamut. Dan di malam hari mereka menggunakan sinyal api.

Namun, walaupun organisasi ini sangatlah handal dan ditakuti. Hassan Ibn Sabbah sendiri tidak pernah tercatat ikut serta dalam berbagai aksi yang dilakukan oleh Assasin.
Ia lebih banyak diceritakan berdiam diri di dalam benteng Alamut, namun ia sangat aktif berdakwah dan menyebarkan paham Ismailiyah di sekitar basis kekuasaannya.
Ia juga adalah seorang cendekiawan yang memahami berbagai bidang ilmu, seperti misalnya Ilmu filsafat, matematika , astronomi , kimia , kedokteran , arsitektur , dan disiplin ilmu utama pada masanya.

Oke, mungkin sekian dulu pembahasan kita kali ini. Semoga bermanfaat.  Dan akhir kata, assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh salam hangat egagology

Sejarah Assassin Hassan i Sabbah di dalam Anime Fate Series



Tidak ada komentar