Hot Manga

Islam Nusantara,inilah bentuk nyata Ashabiyah di Indonesia

Islam Nusantara,inilah bentuk nyata Ashabiyah di Indonesia
Bicara tentang Islam Nusantara,inilah bentuk nyata Ashabiyah di Indonesia,Sebenarnya sudah banyak sekali media media baik itu media tulisan berupa artikel maupun video pada situs Youtube ataupun kajian lainnya.Namun,karena akhir akhir ini isu ini semakin menghangat,terlebih lagi dikarenakan tahun 2018 ini,disebut juga tahun politik,dikarenakan banyaknya kegiatan politik berupa kampanye dan pemilu pada tahun ini dan tahun depan.Dan orang-orang pun semakin menguatkan pengaruhnya,ternasuk dalam hal agama.Mungkin,untuk alaasan itu pulalah isu “Islam Nusantara” ini semakin mencuaat dan menunjukan eksistensinya. Disini,ane bukan cuma ingin ikut ikutan memanas manasi situasi saat ini,namun ane ingin memberikan sedikit gambaran dan tinjauan serta pandangan “egagology” dalam mentyikapi isu isi terkait masalah ini berdasarkan analisis dan logika.Agar kita tetap bisa bertabayyun dan mengambil sudut pandang dari berbagai sisi.Sebelum itu,cek dulu artikel ane tentang Agama mana yang paling benar? dan Apakah benar,semua alkohol itu najis dan Haram?

Apa sih,Islam Nusantara itu....?

Islam Nusantara,inilah bentuk nyata Ashabiyah di Indonesia
Islam Nusantara,selama pengamatan ane dari beberapa kesempatan dan mencari sumber sumber yang valid dari situs Youtube dan pernyataan pernyataan Para tokoh tokohnya di beberapa kesempatan.Ide dari penamaan ini sendiri sebenarnya adalah ingin mencampur adukkan antara agama Islam yang telah diketahui sebagai agama mayoritas di Indonesia,dan ide nasionalisme kebangsaan.
Cukup unik,karena entah sejak kapan.Namun kedua hal ini adalah point dasar dogma yang selalu di tekankan,terkhususnya di Indonesia.Pernah gak ente mendengar istilah “dasar gak nasionalis”,seolah olah semua orang Indonesia haruslah memiliki Nasionalisme dan kebanggaan pada bangsa nya sendiri dan selalu ditekankan untuk dimiliki semua orang.
Namun pada kenyataaanya,nasionalisme sebenarnya hanya di gunakan sebagai tradisi dan tak melekat di hati.Sebaliknya,agama adalah hal yang pada prinsipnya adalah menyangkut pada hati dan prinsip spiritualitas.Sehingga,bagi para agamis.Agama adalah segala galanya.Mungkin,dari fakta inilah beberapa orang berusaha untuk menggabungkan antara 2 komponen ini.Briliant....?ya,karena dengan begitu semua orang dapat menjadikan nasionalisme sebagai keyakinan yang menancap pada hati seperti halnya pada agama.Sehingga,istilah”NKRI harga mati” akan terlaksana secara keseluruhan.
Namun,maaf harus ane katakan disini.Sejujurnya,dalam agama Islam,Pembahasan ini telah pernah di bahas oleh Rosul Muhammad berabad abad yang lalu.Ini terlihat dari beberapa hadist yang membahas mengenai Nasionalisme,yang dalam bahasa beliau disebut “ashobiyah”

Ashobiyah

Islam Nusantara,inilah bentuk nyata Ashabiyah di Indonesia
عَنْ أَبِى مُوسَى قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ الرَّجُلُ يُقَاتِلُ حَمِيَّةً وَيُقَاتِلُ شَجَاعَةً وَيُقَاتِلُ رِيَاءً ، فَأَىُّ ذَلِكَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ هِىَ الْعُلْيَا ، فَهْوَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ »
Dari Abu Musa, ia berkata bahwa ada seseorang yang pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas ia berkata, ada seseorang yang berperang (berjihad) untuk membela sukunya (tanah airnya); ada pula yang berperang supaya disebut pemberani (pahlawan); ada pula yang berperang dalam rangka riya’ (cari pujian), lalu manakah yang disebut jihad di jalan Allah? Beliaushallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Siapa yang berperang supaya kalimat Allah itu mulia (tinggi) itulah yang disebut jihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari no. 7458 dan Muslim no. 1904).
يْسَ مِنَّا مَنْ دَعَا إِلَى عَصَبِيَّةٍ ٬ وَلَيْسَ مِنَّا مَنْ قَاتَلَ عَلَى عَصَبِيَّةٍ ٬وَلَيْسَ مِنَّامَنْ مَاتَ عَلَى  عَصَبِيَّةٍ٠
"Bukan dari golongan kami orang yang menyerukan kepada 'ashabiyah (fanatisme kesukuan), bukan dari golongan kami orang yang berperang demi 'ashabiyah, dan bukan dari go­longan kami orang yang mati mempertahankan 'ashabiyah". (H.R. Abu Daud).
Di­riwayatkan oleh Abu Daud dari Wa'il bin Al-Asqa', ia berkata:
قُلْتُ يَارَسُوْلُ اﷲِ٬ مَاالْعَصَبِيَّةُ ؟ قَالَ ׃ أَنْ تُعِيْنَ قَوْمَكَ عَلَى الظُّلِمْ٠
Aku berkata, "Ya Rasulullah, apakah 'ashabiyah itu?''' Beliau bersabda, "Kamu membantu bangsamu dalam kezhaliman".

SUDAH JELASLAH

Sudah jelaslah bahwa segala sesuatu yang berlebihan atau fanatik dalam masalah selain agama Islam adalah sebuah kezhaliman,apalagi sampai menjadikan nasionalisasi sebagai sebuah agama baru dan sebagai pembeda dari sesama ummat Islam lainnya.Padahal kita sama sama Islam.Tak ada yang namanya Islam arab,Islam India,dll.
Islam adalah Islam tak lebih tak kurang.Apalagi sampai-sampai membenci dan rasis pada suku atau negara lain yang tak termasuk dalam sebuah kelompok yang dinamakan “Islam Nusantara”.Karena Islam tak hanya terbatas pada ikatan kenusantaraan saja,semua yang beragama Islam di seluruh dunia ini adalah sama sama saudara kita.Bukankan itu yang menjadi misi dari risalah kenabian Nabi Muhammad,yaitu menyatukan semua ummat manusia dalam sebuah wadah,dengan bermacam macam suku dan warna kulit.
Tapi,cobalah kau lihat ketika saat musim Haji seperti sekarang ini di kota suci Mekkah dan Madinah.Semua suku bangsa dan bahasa bersatu dalam sapaan yang sungguh sangat indah ketika mereka saling bertemu,yaitu “Assamu’alaikum” dengan makna”semoga kamu sejahtera”.Sungguh indah bukan?

NKRI HARGA MATI?

Banyak juga yang mengatakan Islam Nusantara ini sebagai sarana untuk lebih mencintai negara dan budaya negara yang dikatakan paling beragam di dunia ini.Dan karena itu juga,kalimat”NKRI HARGA MATI” semakin di gaungkan.Namun,fakta lain mengatakan kalimat ini sungguh sangat sangat bertentangan dengan prinsip agama Islam yang mengharuskan kita
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS.Ali Imran:102)
benar kan...?Jangan lah kamu mati kecuali di dalam hatimu masih ada kesetiaan dan keimanan pada Islam.Allah tidak menanyakan padamu,apakah kamu Islam Nusantara,Islam Arab,atau Islam India?. Dan Allah juga tak menanyakan padamu,apa negaramu atau apa sukumu?Yang Allah tekankan adalah agamamu apa?dan kamu harus beragama Islam.Jadi tak ada tuh kata “NKRI HARGA MATI”tapi yang seharusnya di tekankan adalah “Islam harga mati”\
Dengan mengakui Islam sebagai harga mati,kamu akan berkesempatan mendapatkan Jannah.Lah..kalo mengakui NKRI harga mati,kamu bakal dapetin apa...?
Jangan mau di peralat oleh golongan golongan tertentu yang ingin mengahancurkanmu dan mengubah negara ini.Sudah jelas,Nasionalisme sangat bertentangan dengan Islam.Yang di tekankan Islam adalah membela tanah,harta dan nyawamu dengan niat ikhlas karena Allah...Bukan karena nasionalisme dan negara.

REFERENSI

https://khazanahalquran.com/jangan-mati-kecuali-dalam-keadaan-muslim.html https://mediaumat.news/ashabiyah-haram-dan-menjijikkan/ https://mediaumat.news/ashabiyah-haram-dan-menjijikkan/ https://rumaysho.com/11929-ciri-ciri-fanatik-kelompok-ashobiyah.html https://www.youtube.com/watch?v=_fU_MLB7tZs

Tidak ada komentar