Hot Manga

Kenapa Islam tidak mengharamkan budak? Tate No Yuusha No Narigari

 


Kenapa Islam tidak mengharamkan budak? Tate No Yuusha No Narigari

Setelah sebelumnya kita telah membahas tentang topik yang berjudul ajaran berniaga dan berdagang di dalam anime Tate No Yuusha serta satu lagi topik yang berjudul Belajar berhusnudzon dari anime Ousama Ranking. Nah pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang topik yang berjudul Kenapa Islam tidak melarang perbudakan menurut anime Tate No Yuusha. Oke tanpa berlama-lama lagi mari langsung saja kita kupas artikelnya.

Anime Islam Terbaru

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana kabar kalian? semoga masih diberi kesehatan, kesempatan dan keceriaan, sehingga masih bisa menikmati suguhan video artikel-artikel berkualitas tentang anime Islam dari channel egagology.Dan jangan lupa juga untuk like, subscribe dan share video dari kami ke grup chatting komunitas kalian agar channel ini bisa menjadi wadah berkumpulnya para weeaboo-weeaboo barokah di seluruh dunia.


Oke, sesuai judul di atas hari ini kita kembali akan membahas tentang anime berjudul Tate No Yuusha No Nariagari. Ya, anime ini memang bisa dibilang sangat cocok menggambarkan kehidupan seorang Muslim yang sebenarnya. Naofumi Iwatani sebagai sang karakter utama dari serial ini sukses secara sempurna menampilkan sekaligus menerapkan sikap-sikap dan aturan-aturan Islam di setiap episode yang menampilkan petualangannya di dunia Isekai Tate No Yuusha

Yap, jika di video sebelumnya kita telah menampilkan salah satu ajaran Islam yang dipraktekkan oleh Naofumi yaitu mencari rezeki lewat jalan perniagaan alias perdagangan. Dimana seperti yang kita ketahui bahwa Rasulullah Muhammad SAW di dalam beberapa haditsnya seringkali menganjurkan kita para umat nya untuk mencari rezeki lewat jalan perdagangan dan perniagaan. Bahkan Allah pun di salah satu dalilnya sangat jelas lebih menganjurkan kita untuk mencari rezeki melalui jalan berniaga atau berdagang. Dimana hal tersebut disebutkan di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 275, disebutkan bahwa Allah menghalalkan jual beli dan Allah mengharamkan riba. So, dari sini sudah sangat jelas bahwa berniaga dan juga berdagang adalah salah satu ajaran Islam dan anjuran yang ada di dalam ajaran Islam. Jadi tidak salah bahwa, ketika Naofumi di salah satu episode dari anime Tate No Yuusha diperlihatkan sedang berusaha melakukan proses perdagangan dan berniaga sangat sesuai dengan salah satu ciri seorang Muslim yang selalu mengikuti anjuran di dalam agama Islam.

Ajaran Islam di dalam Tate No Yuusha

Ya, selain menjadi seorang pedagang. Ternyata, anime ini kembali menyisipkan adegan, pesan dan sekaligus juga ciri-ciri yang menjadikan kita semakin yakin bahwa Naofumi bisa jadi adalah seorang Muslim sejati. Yaitu prosesi perbudakan.

Yap, seperti yang kita ketahui bahwa di awal dari episode anime ini atau lebih tepatnya adalah di episode ke 1 dari anime Tate No Yuusha No Nariagari. Diceritakan bahwa Naofumi yang telah kehilangan segala-galanya karena secara keji di fitnah oleh Malty sang putri kerajaan. Akhirnya harus berusaha sendiri mencari penghidupan dan juga melatih segala skill-skill yang ia miliki. Demi membersihkan namanya dari segala fitnah yang dilakukan oleh kerajaan dan juga Malty sang putri kerajaan.
Akhirnya singkat cerita, karena ia adalah seorang pahlawan perisai yang tidak memiliki kemampuan penyerangannya sebaik para pahlawan-pahlawan lainnya.
Ia pun akhirnya diceritakan membeli seorang budak wanita yang masih berusia anak-anak bernama, Raphtalia.
Raphtalia akhirnya dilatih keahlian perang dan menggunakan pedang. Hal itu dilakukan dengan harapan bahwa di masa depan ia bisa menjadi pengawal tangguh bagi Naofumi yang tidak memiliki skill dan keahlian penyerangan.
Sejak ia membeli Raphtalia dan lalu dilanjutkan juga dengan membeli Filo dari pedagang budak. Ia diperlihatkan sangat menyayangi mereka layaknya anak sendiri, lalu ia juga memberi mereka makanan yang layak, pakaian yang layak, pelatihan yang benar dan juga senjata yang memadai.

Lalu, dimana letak pesan Islamnya? Yap bisa dikatakan adegan Naofumi membeli budak dan memperlakukan budak tersebut seperti sahabatnya sendiri itulah yang bisa dikatakan sangat sesuai dengan ajaran Islam. Perlu kalian ketahui bahwa satu-satunya agama yang mengatur secara detail tentang bagaimana cara memperlakukan budak dan perbudakan di dalam dalam aturannya hanyalah agama Islam. Yap memang bisa dikatakan agama-agama lain seperti Kristen, Budha, Hindu dan lainnya sama sekali tidak mengatur tata cara atau aturan cara memperlakukan budak yang baik dan benar.

Ya, Islam memang tidak terlalu tegas mengharamkan dan melarang adanya praktik perbudakan. Namun di beberapa dalil, Islam juga selalu vokal menganjurkan para umatnya untuk memerdekakan budak-budaknya, atau juga Islam selalu menganjurkan para umat-umatnya untuk memerdekakan budak-budak milik orang lain dengan cara membelinya secara sah lalu membebaskannya, seperti apa yang dilakukan dan ditunjukkan oleh Shinobu Kocho di dalam anime Demon Slayer season ke 1. Di mana di salah satu episode dari anime ini di perlihatkan bahwa ia dan juga kakaknya di ceritakan membeli seorang budak bernama Kanao, lalu mereka mengurusnya dengan baik dan membebaskannya.

Ya, hal itulah sebenarnya apa yang di contohkan di dalam ajaran dan aturan Islam.Selain itu, membebaskan budak juga seringkali dijadikan kafarat alias denda dan hukuman yang diberlakukan jika seorang Muslim melanggar beberapa aturan Islam, misalnya seperti aturan dilarangnya bersetubuh di siang hari di bulan Ramadhan, lalu ada juga pelanggaran lainnya seperti misalnya melanggar sumpahnya sendiri, dan juga yang terakhir adalah menganggap Istrinya mirip seperti ibunya. Semua pelanggaran-pelanggaran dan kesalahan-kesalahan diatas tersebut diberlakukan hukuman diwajibkan membebaskan budak dalam aturannya.


Dan seperti yang saya katakan di atas, selain menganjurkan para umatnya untuk membebaskan budak. Lebih dari itu, bagi mereka-mereka yang belum sanggup dan belum mampu membebaskan budak karena disebabkan, mungkin karena alasan ekonomi ataupun alasan lainnya seperti misalnya yang dilakukan Naofumi di dalam anime Tate No Yuusha ini. Yang dimana ia memelihara budak disebabkan karena ia membutuhkan seorang pengawal yang setia dalam melaksanakan segala misi-misinya.

Cara Islam memperlakukan budak

Dalam hal ini, Islam mengatur dengan tegas tata cara memperlakukan budak. Salah satunya adalah memberikan makanan, harta benda, pakaian dan sebagainya yang setara seperti yang dimiliki sang majikan. Hal ini seperti yang tertulis di dalam salah satu  hadist yang berbunyi

”Mereka (para budak) adalah saudara dan pembantu kalian yang Allah jadikan di bawah kekuasaan kalian, maka barang siapa yang memiliki saudara yang ada di bawah kekuasaannya, hendaklah dia memberikan kepada saudaranya makanan seperti yang ia makan, pakaian seperti yang ia pakai. Dan janganlah kamu membebani mereka dengan pekerjaan yang memberatkan mereka. Jika kamu membebani mereka dengan pekerjaan yang berat, hendaklah kamu membantu mereka.” [HR. Bukhari I/16, II/123-124]


So, dengan kata lain jika kita mengambil perumpamaan dari dalil di atas pada masa saat ini. Jika seseorang memiliki seorang budak, maka bisa dikatakan seperti ini. Jika sang majikan memiliki rumah mewah dan mobil-mobil mewah. Maka, sang budak juga diwajibkan diberi rumah mewah dan juga mobil-mobil mewah yang setara dengan yang dimiliki oleh sang majikan.

Selain kewajiban-kewajiban di atas, Islam juga mengatur kita agar selalu berbuat sopan kepada para budak dan mengangkat derajat mereka selayaknya manusia biasa. Hal itu juga termasuk dalam hal pemanggilan nama dan julukan. Seperti yang dikatakan di dalam salah satu hadist yang berbunyi

“Janganlah salah seorang diantara kalian mengatakan: Hai hamba laki-lakiku, hai hamba perempuanku, akan tetapi katakanlah : Hai pemudaku (laki-laki), hai pemudiku (perempuan).” [HR. Bukhari No. 2552 dan Muslim No. 2449]


Kesultanan Dinasti Mamluk

Ya dari fakta-fakta diatas, tak mengherankan jika di dalam sejarah. Di masa ketika Kekhalifahan Islam masih berkuasa. Para budak-budak milik kesultanan justru memiliki harta dan kemewahan yang jauh lebih banyak dibandingkan para majikan-majikan mereka. Disamping itu, para budak-budak kesultanan yang disebut juga dengan istilah Mamluk ini biasanya ditempatkan dan diberi tugas khusus sebagai clan prajurit penjaga perbatasan. Tak mengherankan jika, akhirnya banyak dari para Mamluk ini yang diangkat menjadi Jenderal-Jenderal kesultanan dan menempati beberapa jabatan-jabatan penting di kemiliteran. Ya meskipun begitu,  mereka tidak melupakan status mereka sebagai seorang budak yang wajib patuh dan taat pada kesultanan dan tidak diperbolehkan memberontak.
Namun di suatu kasus, ketika Kesultanan Ayyubiyah di Mesir kehilangan penerus pewaris kerajaannya, dan akhirnya Dinasti Ayyubiyah ini tumbang. Tidak ada lagi yang bisa meneruskan dynasty ini dan akhirnya Dinasti Ayyubiyah pun dibubarkan. Dan karena para Mamluk telah di sumpah setia kepada para majikan-majikan mereka dari Dinasti Ayyubiyah. Karena dynasty tersebut telah bubar akhirnya berdirilah Kesultanan Mamluk di Mesir sebagai penerus pemerintahan dinasti sebelumnya yaitu Ayyubiyah. Selain itu di beberapa wilayah juga, para Mamluk-Mamluk ini membuat dinasty-dinasty mereka sendiri, salah satunya adalah dinasti Mamluk di India.

Perbudakan di Eropa

Yap inilah keindahan ajaran Islam. Tidak seperti agama-agama lain yang dalam sejarahnya selalu berlaku kejam kepada para budak dan bahkan mereka mengejek para budak-budak dari afrika dengan ejekan yang keji dan hina serta merendahkan mereka layaknya bukan manusia. Serta ditambah juga karena kulit mereka berwarna hitam. Hal ini seperti yang terjadi pada suku-suku Afrika yang diperbudak oleh Negara-Negara Eropa.

Hal ini berbeda 180 derajat dengan perlakuan Islam terhadap para budak-budak belian. Islam menjadikan istilah “budak”,tak lebih hanya sebagai istilah saja. Pada kenyataannya, menjadi budak dari para majikan-majikan yang beragama Islam adalah sesuatu yang menyenangkan dan membahagiakan.

Ya, ajaran Islam inilah yang di perlihatkan Naofumi Iwatani di dalam anime Tate No Yuusha No Nariagari. Sejak ia membeli Raphtalia dan lalu dilanjutkan juga dengan membeli Filo dari pedagang budak. Ia diperlihatkan sangat menyayangi mereka layaknya anak sendiri, lalu ia juga memberi mereka makanan yang layak, pakaian yang layak, pelatihan yang benar dan juga senjata yang memadai. Selain itu, bahkan Naofumi rela mati-matian membela mereka berdua dari tindakan rasis yang menimpa mereka, termasuk bertarung dengan para pahlawan lainnya yang secara teori lebih kuat dibandingkan dia.
 
Tak salah jika di postingan sebelumnya, saya pernah mengatakan bahwa Naofumi bisa dikatakan sebagai contoh seorang Muslim sejati. Karena, ia telah memperlihatkan bagaimana seharusnya seorang Muslim berperilaku dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

So, kesimpulannya adalah Naofumi dan anime Tate No Yuusha sekali lagi memperlihatkan dan menegaskan bahwa anime ini dan sang karakter utamanya memperlihatkan ajaran Islam yang benar-benar tampak serta nyata.

Oke, mungkin sekian dulu pembahasan kita kali ini. Semoga bermanfaat.  Dan akhir kata, assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh salam hangat egagology

2 komentar:

  1. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Gan, semangat terus nulisnya ya. Baru ketemu Blog penuh barokah ini hehe.

    Semoga bisa saling berkunjung juha ya ke Blog Saya.

    Salam Blogger.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikum salam Warahmatullahi Wabarakatuh bro... amiin

      thanks supportnya bro

      Hapus