Translate

Menguak fakta boombastis dan mengejutkan tentang Harem

https://www.birupay.com/
Menguak fakta boombastis dan mengejutkan tentang Harem

Harem, biasa kita kenal sebagai salah satu genre dalam sebuah karya anime/manga buatan Jepang. Harem sendiri selalu di identikkan sebagai suatu situasi dimana seorang karakter cowok dan biasanya ia adalah seorang main character atau karakter utama yang di kelilingi oleh para gadis-gadis cantik yang memperebutkannya. Begitulah gambaran situasi Harem.

Tapi, tahu gak Loe. Kalo, ternyata Harem itu diambil dari budaya kerajaan Islam di timur tengah atau lebih tepatnya adalah tradisi Kekhalifahan Turki Utsmani lho. Harem sendiri adalah sebuah bangunan besar yang berfungsi sebagai tempat pe- mingitan para bangsawan-bangawan wanita, keluarga wanita dan para selir milik Sultan, yang sudah pasti sangat tertutup dan tidak di perbolehkan di masuki oleh sembarang orang, apalagi para pria. Ruangan ini sangat tertutup dan juga di jaga dengan sangat ketat oleh para pengawal kerajaan atau yang biasa di sebut kasim. Yang tinggal disini hampir semuanya adalah yang berhubungan dengan Sultan, mulai dari Permaisuri, selir, ibu, mertua hingga anak-anak. Sultan dan keluarga Sultan yang belum baligh pun ditempatkan disini. Jumahnya pun  sangatlah banyak, bisa mencapai puluhan atau lebih, sehingga suasana di dalamnya sangatlah ramai dan bebas. Dikatakan bebas, karena tidak adanya para kaum pria disini, sehingga para kaum Wanita bisa bebas mengenakan pakaian apapun yang mereka mau, bahkan dengan bahan terbuka sekalipun atau bisa juga telanjang bulat.

Harem sendiri berasal dari kata "Haram" yang mendapatkan adaptasi aksen bahasa Turki. Haram sendiri, seperti yang kita ketahui berarti "terlarang". Maksudnya, bangunan ini terlarang di masuki oleh Kaum Pria. Saking terlarangnya, sampai-sampai tak ada satu celahpun dari bangunan ini yang bisa kita gunakan untuk mengintip kedalamnya.

Di dalam bangunan ini emang bisa di bilang sudah bagaikan surga tersendiri bagi para penghuninya. Fasiliitas mewah, tempat tidur nyaman dan sarana penunjang  lainnya selalu di sediakan khusus oleh negara. Tak jarang, sang Sultan bahkan rela menganggarkan kas militer negara hanya untuk memberikan fasiiltas yang nyaman untuk para penghuni Harem ini. Hal ini digambarkan dengan Jelas pada manga bergenre shoujo yang berjudul Yume no Shizuku Kin no Torikago, dimana manga ini menceritakan tentang kisah nyata seorang mantan budak sekaligus permaisuri salah satu Khalifah paling berpengaruh dalam sejarah Kekhalifahan Turki Utsmani dibawah pimpinan Sutan Sulaiman, yaitu Hurem atau Roxelane.

Manga karangan Chie Shinohara ini, dengan sangat detil memperlihatkan keseharian para penghuni Harem dan kisah lengkap salah satu perempuan paling berpengaruh dalam sejarah kesultanan itu. Di ceritakan bahwa Hurem adalah seorang Wanita yang lahir di Polandia. Suatu hari, ia di culik oleh pasukan Tartar dan di jual di pasar budak. Nasib baik menghampirinya ketika Kekhalifahan Ottoman membelinya, lalu menjadikannya sebagai salah satu selir baru di lingkungan Harem. Roxelane sendiri sangat terkenal dalam sejarah, karena getol dalam memainkan peran politik di Istana. Menjadi salah satu selir favorit Sultan Sulaiman, menaikkan kastanya dari hanya sebagai selir biasa menjadi seorang permaisuri yang menjalankan peran penting dalam hal politik dan hubungan bernegara.
Sehingga, pada akhirnya ia berhasil merebut hal tahta kesultanan pada anak keturunannya dalam sebuah perebutan kekuasaan setelah meninggalnya Sulaiman.

Di manga itu sendiri,diperlihatkan visualisasinya bahwa ketika pertama kali ia masuk ke Harem, ia langsung diberikan pakaian mewah dari sutra. Lalu, mandi dengan di layani oleh para pelayan, yang juga sudah pasti juga adalah kaum wanita. Di dalam sana ternyata memiliki hierarkinya sendiri-sendiri. Bahkan setiap kasta, memiliki porsinya masing-masing. Kasta paling tinggi sudah pasti adalah ibu suri atau ibu sultan, lalu Permaisuri, setelah itu pastinya para selir atau istri dari kalangan budak, dan para pelayan. Semua posisi mereka itu bisa berubah ubah, kecuali tentunya adalah posisi permaisuri dan Ibu Sultan saja yang  tidak mengalami perubahan.

Pihak barat selalu mengidentikkan, praktek harem adalah sebagai sebuah penindasan perempuan dan praktek pemuasan seksual Sultan semata. Padahal pada praktiknya, Harem adalah lebih sebagai sebuah praktek menyelamatkan para keluarga Sultan yang dianggap berharga ini dari tindakan pelecehan dan pengaruh yang membahayakan. Jika kita bisa bandingkan , mungkin Harem itu bisa di ibaratkan seperti layaknya gerbong wanita di zaman modern saat ini. Tak hanya itu sih, persaingan dan saling sikut antara penghuni Harem layaknya yang terjadi di dalam gerbong wanita pun juga , terjadi  disini. Perbedanya adalah, persaingan di dalam Harem ini lebih kepada untuk mendapatkan perhatian lebih dari sang Sultan. Berbeda dengan gerbong wanita yang lebih kepada untuk memperebutkan tempat duduk.

Dan tahu gak Loe? dikutip dari wiki, ternyata praktek Harem ini bukan hanya dilakukan oleh kerajaan Islam aja lho. Di zaman dinasti Sassania masih berkuasa di Persia, sang Raja angkuh bernama  Khosrau (Kisra) II. Ia memerintahkan pasukan kerajaan untuk mengambil beberapa Wanita cantik di wilayah kekuasaannya untuk dimasukkan kedalam Haremnya. Tak kurang dari 3000 wanita cantik di masukkan kedalamnya. Namun, setiap tahun ia mengatakan bahwa ia telah menawarkan kebebasan disertai perbekalan beberapa harta. Namun banyak dari para wanita itu menolaknya dengan tegas, dengan alasan mereka telah nyaman hidup di lingkungan istana beserta kemewahan yang mereka dapatkan.

Menurut boombastis.com, dalam sejarah emang benar bila para penghuni Harem ini bisa di katakan sebagai wanita-wanita pilihan. Selain para budak yang menjadi selir Raja, banyak pula dari para selir ini merupakan anak dari para penguasa lokal yang di kirim sebagai hadiah dan tanda kesetiaan pada Raja. Namun tentu saja, di balik semua itu adalah adanya sebuah praktek untuk mendapatkan warisan, baik kehormatan maupun harta dari sang Raja.

Dari kisah sang Raja Kisra diatas, bisa di tarik kesimpulan bahwa para wanita itu pada dasarnya adalah matrealistis. Ini bukanlah sebuah hinaan ataupun ejekan, namun emang realitanya seperti itu. Selain matre, Wanita juga adalah makhluk dengan tingkat sosialisasi yang tinggi. Coba dah Lu liat di lingkungan Lu, banyakan mana antara ibu-ibu yang ngerumpi atau bapak-bapak? so pasti jawabannya adalah Ibu-Ibu. Dikutip dari situs liputan6.com bahwa, Wanita itu lebih banyak memiliki protein pidato dalam otaknya, sehingga interaksi Wanita lebih bersifat verbal. Dan kebanyakan wanita lebih banyak menghabiskan waktu pembicaraannya pada sesama wanita lain alias ngerumpi. Ini adalah fakta ilmiah dimana Wanita itu lebih suka berkumpul dan berbicara daripada kaum Pria yang justru bersifat sebaliknya. Pria bisa di katakan lebih banyak berdiam diri dan bergumam dalam hati di bandingkan berbicara secara verbal.

So, dari fakta-fakta di atas bisa di simpulkan. Mengapa, Rosul men sunnahkan bagi para Pria yang telah mapan dan bergelimang harta untuk melakukan poligami. Karena selain, guna menaikkan derajat para wanita, lalu juga menyalurkan hobby para wanita yang sangat suka dengan kemewahan,baju bagus dan harta berlimpah. Selain itu juga, pastinya semua itu untuk memberi sebuah pelampiasan bagi wanita untuk bisa selalu berkomunikasi secara verbal secara lebih intens dan sering lagi, pada sesama wanita dalam satu rumah tangga. Karena seperti yang telah Gue sebutkan di atas, para cewek itu sangat suka sekali berbicara alias ngerumpi.

So, sekian dulu artikel Gue hari ini. Semoga mencerahkan pandangan kita tentang Harem, dan semoga kita bisa lebih mengenal sejarah dari kerajaan Islam secara lebih utuh dan kompleks.


Males baca?cek versi Video nya disini



0 Viewers

2 Responses to "Menguak fakta boombastis dan mengejutkan tentang Harem"