Hot Manga

Menurut anime Attack On Titan ajaran Kristen tidak logis

Menurut anime Attack On Titan ajaran Kristen tidak logis

Menurut anime Attack On Titan ajaran Kristen tidak logis - Setelah sebelumnya kita telah membahas tentang topik yang berjudul ajaran Islam di dalam anime Attack on Titan tentang mengingat kematian  serta satu lagi topik yang berjudul belajar dari anime Orient dan ajaran Islam di dalamnya. Nah pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang topik yang berjudul Belajar dari Anime Attack On Titan tentang dosa warisan. Oke tanpa berlama-lama lagi mari langsung saja kita kupas artikelnya.

Anime Islam Terbaru

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana kabar kalian? semoga masih diberi kesehatan, kesempatan dan keceriaan, sehingga masih bisa menikmati suguhan video artikel-artikel berkualitas tentang anime Islam dari channel egagology.Dan jangan lupa juga untuk like, subscribe dan share video dari kami ke grup chatting komunitas kalian agar channel ini bisa menjadi wadah berkumpulnya para weeaboo-weeaboo barokah di seluruh dunia.
Ya, sesuai judul hari ini kita masih akan membahas tentang  anime berjudul Attack On Titan alias Shingeki no Kyojin season ke 4. Setelah di video sebelumnya kita lebih banyak membahas tentang rangkuman alur cerita dari serial anime ini dari season ke 1 hingga season ke 4 yang sedang berjalan hingga saat ini.
Berbeda dengan pembahasan kita kali ini. Pada video kali ini saya akan lebih berfokus membahas tentang alur cerita cerita sekaligus yang pasti adalah pesan barokah yang sesuai dengan ajaran Islam di dalam season ke 4 dari serial  anime ini. Di mana anime ini seolah-olah mengkritisi salah satu ajaran dari agama Kristen yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam, yaitu dosa warisan.

Alur cerita anime attack on titan season 4 episode 20

Tepatnya di episode ke 20 dari animenya. Dimana diceritakan bahwa di episode ini, Eren dan juga Zeke yang sedang berada di perbatasan antara dunia roh dan dunia nyata berusaha menelusuri masa lalu. Di mana mereka berdua mengikuti memori kehidupan dari ayah kandung mereka, yaitu yang bernama Grisha Yeager.
Kenapa mereka berdua kembali ke masa lalu? hal itu terjadi atas keinginan Zeke untuk mengubah mindset dan juga pemikiran Eren dalam melihat dunia dan juga pandangannya tentang nasib Kaum Eldia. Hal itu didasarkan karena Zeke meyakini bahwa semua perilaku dan pandangan Eren tentang semua hal itu merupakan hasil dari metode pendidikan atau yang Zeke sebut juga sebagai pencucian otak dari ayah mereka.
Ya, seperti yang kita ketahui dari flashback masa kecil Zeke di episode-episode terakhir Season ke 3 dari anime ini. Bahwa masa kecil Zeke memang benar-benar jauh dari kata masa kecil yang membahagiakan. Karena masa kecilnya tersebut dihabiskan dengan mendengarkan berbagai macam bentuk propaganda, baik propaganda yang diajarkan oleh ayahnya sebagai pemimpin organisasi revolusi Eldia maupun propaganda yang berasal dari pendidikan militer negara Marley.
Karena itulah ketika pertama kali bertemu dengan Eren, ia beranggapan bahwa Eren memiliki nasib dan pengalaman masa kecil yang sama dengan apa yang dialami oleh dirinya.
Alhasil ketika mereka berdua berada di perbatasan, Zeke tidak menyia-nyiakan hal tersebut untuk mengajak Eren berpetualang ke masa lalu dari kehidupan Eren sebelum terjadinya tragedi jebolnya tembok Shiganshina yang merenggut nyawa ibunya Eren. Hal ini dilakukan oleh Zeke guna menyadarkan Eren yang dianggapnya masih berada di bawah pengaruh propaganda ayah mereka,
Ya, seperti yang saya katakan di atas, hal ini dilakukan oleh Zeke, guna menyadarkan Eren yang dianggapnya masih berada di bawah pengaruh propaganda ayah mereka, yaitu Grisha Yeager. Dengan cara membenturkan logika dasar alias Mindset dari Eren melalui pengamatan dan memperhatikan kehidupan sekilas dari ayah mereka. Hal ini dilakukan Zeke, karena Zeke sangat menyayangi adiknya tersebut dan menganggap bahwa kehidupan Eren tidak seberuntung dirinya. Dimana Zeke diceritakan memiliki seseorang panutan yang bahkan dianggapnya sebagai ayah selain ayah kandungnya sendiri, Yang dimana akhirnya sang ayah angkatnya tersebut mengajarkan mindset utama sebagai penetralisir alias jalan tengah dari semua propaganda yang memusingkan diri Zeke tersebut.
Ya, pada awalnya petualangan mereka berjalan lancar. Zeke masih yakin bahwa kehidupan masa kecil Eren tidak jauh berbeda dengan masa kecilnya. Ia pun mulai meyakinkan Eren bahwa ayahnya adalah orang yang jahat karena rela mengorbankan anak dan istrinya demi egoisme sebagai pejuang revolusi Eldia.
Namun, setelah itu keanehan mulai terjadi. Ketika mereka berdua melihat Grisha telah menemukan kastil tempat keluarga kerajaan tinggal dan berusaha menemui mereka. Padahal dalam sejarahnya, Grisha menemukan kastil tersebut, dan menemui keluarga kerajaan serta merebut Founding Titan adalah justru berbarengan ketika tembok Shiganshina runtuh. Namun faktanya, ternyata Grisha bisa dengan cepat menemukan kastil tersebut, walaupun akhirnya ia mengurungkan niatnya masuk ke dalam kastil dan memilih untuk pulang dengan tangan hampa, lalu sesampainya di rumah ia segera memeluk anak kesayangannya yang pada saat itu masih berumur balita, yaitu Eren Yeager. Hal ini seolah menandakan bahwa Grisha telah melupakan misi utamanya sebagai pemimpin revolusi Eldia.
Singkat cerita, beberapa tahun kemudian tembok Shiganshina runtuh. Mau tak mau Grisha harus menemui para keturunan kerajaan di kastil mereka. Namun, misi yang diembannya kali ini benar-benar berbeda. Pada kesempatan kali ini, Ia lebih ingin meyakinkan kerajaan agar mau melindungi rakyat kerajaannya dan melawan balik para musuh serta titan yang menyerang dan meruntuhkan tembok tersebut.
Namun, sang pemilik Founding Titan saat itu yaitu yang bernama Frieda Reiss, bergeming. Hal itu dilatarbelakangi karena setiap pemegang Founding Titan dari keturunan kerajaan itu, secara otomatis terkekang oleh sumpah peperangan kerajaan Fritz yang diturunkan secara turun temurun.
Bahkan di dalam dialognya pula, Frieda yang tengah dikendalikan sumpah Fritzh tersebut mengatakan bahwa, kematian para kaum Eldia di dalam tembok lebih baik dibandingkan harus mengorbankan nyawa orang-orang di luar tembok.
Lalu ia mengatakan bahwa, kita tidak boleh lari dari dosa kita yang telah diperbuat oleh para leluhur Subjek Ymir. Kita harus menebus dosa-dosa para leluhur Subjek Ymir.
Bahkan, walaupun Grisha memohon agar Fritzh mau mengubah keputusannya, karena secara logikanya orang-orang di dalam tembok tidak pernah melakukan dosa-dosa seperti apa yang dilakukan oleh para leluhur mereka dan bahkan mereka pun tidak mengetahui apapun tentang dosa para leluhur mereka tersebut. Karena Raja Fritz telah mengambil semua ingatan mereka. Namun Frieda yang dikendalikan oleh Fritzh tetap bergeming, karena ia menganggap bahwa kematian para kaum Eldia adalah sebuah hal yang wajar demi menebus dosa yang telah diwariskan oleh para leluhur mereka. Ya, karena kata-kata itulah akhirnya Grisha Yeager berusaha membunuh semua keturunan kerajaan tersebut, dan merebut Founding Titan dari tangan Frieda.
Ya, di episode ke 20 dari season ke 4 ini memang banyak sekali menyuguhkan plot-plot twist dan informasi yang terkuak tentang hubungan antara Grisha dan anak-anaknya.
Namun, sebenarnya alur cerita dan plot twist di episode ke 20 ini sebenarnya tidak terlalu menarik perhatian saya, Saya justru lebih tertarik dengan perkataan Frieda yang menyinggung dan menjelaskan tentang hal-hal mengenai konsep dosa warisan yang diterima oleh para kaum Subjek Ymir.

Ajaran Kristen tidak masuk akal

Ya, bisa jadi Hajime Isayama sebagai sang kreator memasukkan konsep ini berdasarkan alias terinspirasi dari salah satu konsep inti dari ajaran agama Kristen.
Dan, ya mungkin hal ini bisa juga kita anggap sebagai salah satu pesan barokah yang sesuai dengan ajaran Islam di dalam serial ini, karena seperti yang kita ketahui bahwa di episode ini Grisha benar-benar menentang konsep dosa warisan tersebut, dengan alasan bahwa semua keturunan Eldia yang berada di dalam tembok tidak melakukan dan bahkan tidak mengetahui tentang segala dosa dan kesalahan para leluhur mereka di masa lalu tersebut.
Hajime Isayama seolah ingin merangsang pemikiran dan logika para pembacanya untuk ikut mengkritisi konsep yang sudah benar-benar tertanam di dalam ajaran agama Kristen ini.
Yap, seperti yang telah saya singgung di atas. Dosa warisan memang bisa dikatakan sebagai salah satu ajaran inti dari agama Kristen. Dimana dikisahkan bahwa manusia memiliki dosa sejak lahir dan telah diwariskan secara turun-temurun sejak masa Nabi Adam. Hal ini menurut mereka di akibatkan karena, Adam dan Hawa membangkang perintah Allah dengan cara memakan buah apel yang dilarang oleh Allah.
Dan, masih menurut ajaran agama in pula, Yesus di salib di tiang salib adalah guna untuk menebus segala dosa umat manusia tersebut.
Karena itulah, ketika bayi lahir dari keluarga agama Kristen. Mereka harus dibaptis. Hal itu dilakukan, agar dosa warisan yang diwariskan oleh Nabi Adam dan Hawa kepada sang bayi bisa terhapuskan. Jika sang bayi tidak dibaptis dan meninggal saat masih bayi, atau mungkin yang lebih parah adalah jika sang bayi keguguran ketika ia masih berada di dalam kandungan ibu, maka menurut agama Kristen sang bayi yang tidak tau apa apa itu pun otomatis akan masuk neraka. Ya hal itu dikarenakan mereka masih menanggung dosa warisan dari para leluhur mereka.
Ya, secara sekilas saja konsep ini sangat tidak masuk akal.  Karena itulah, di masa modern ini banyak orang-orang yang mulai menentang konsep tersebut, bahkan banyak juga dari mereka yang berasal dari agama Kristen sendiri.
Hal ini bisa jadi karena sebenarnya konsep dosa warisan sama sekali tidak pernah disebutkan ataupun di singgung di dalam kitab agama Kristen. Dan justru sebaliknya, kitab Agama Kristen yaitu bible justru mengatakan bahwa para anak-anak adalah pemilik kerajaan surga, seperti apa yang tertulis pada kitab Matius 19:14 yang berbunyi

Namun, Yesus berkata, “Biarkanlah anak-anak kecil itu. Jangan menghalangi mereka datang kepada-Ku sebab Kerajaan Surga adalah milik orang-orang yang seperti anak-anak kecil ini.”

Ya, dengan kata lain jika anak-anak kecil adalah pemilik kerajaan surga, maka sudah pasti sangat tidak masuk akal jika para bayi di dunia ini terlahir dengan membawa dosa warisan yang disebabkan oleh para leluhur mereka dan juga menyebabkan mereka masuk neraka jika mereka meninggal saat masih kecil, pada saat usia mereka masih anak-anak.

Yap, karena alasan itulah Islam sangat menentang dengan keras konsep ini. Karena di dalam ajaran Islam, bayi yang baru dilahirkan tidak memiliki dosa apapun, karena para bayi bisa dikatakan masih fitrah alias suci.
Seperti yang dikatakan di dalam salah satu dalil yang berbunyi
Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “Setiap anak dilahirkan dalam kondisi fitrah dan  orang tuanyalah yang menjadikan mereka Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”
(HR. Bukhari Muslim)

Dari dalil di atas,  kita bisa mengambil kesimpulan bahwa setiap bayi yang terlahir di dunia ini, baik mereka terlahir dari keluarga Non Muslim maupun Muslim dan jika mereka meninggal saat mereka masih bayi, maka para bayi itu otomatis akan masuk ke dalam surga Allah. Dan lebih dari itu, seperti yang disebutkan di dalam salah satu hadist riwayat Bukhari, mereka bahkan terus berdoa kepada Allah dan memanggil manggil nama orang tua mereka agar Allah mau mengabulkan doa mereka supaya para orang tua mereka bisa berkumpul di surga bersama mereka.

Setiap bayi itu fitrah dan suci

Ya, dari penjelasan diatas, mungkin kita sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa memang ajaran Islam bisa dikatakan lebih logis dan lebih masuk akal dibandingkan ajaran agama-agama lainnya. Lalu jika kita mengalihkan pembahasan kepada, apakah Nabi Adam dan Hawa memang benar-benar mewariskan dosa yang mereka perbuat? Dan apakah dosa mereka belum diampuni hingga saat ini?
Menurut Islam, dosa dosa Nabi Adam dan Hawa di masa lalu telah diampuni. Karena Adam dan Hawa sendiri telah memanjatkan doa dan memohon ampun kepada Allah SWT. Bahkan do’a Nabi Adam itupun terukir abadi di dalam Al-Qur’an surat al-a’raf ayat 23 yang berbunyi

Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”


Ya, doa ini bisa dikatakan sangat populer di kalangan umat Islam. Bahkan doa ini  sendiri seringkali dijadikan penutup doa rutin yang dibacakan oleh imam imam masjid ketika selesai Sholat.

Oke, mungkin sekian dulu pembahasan kita kali ini. Semoga bermanfaat.  Dan akhir kata, assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh salam hangat egagology

5 komentar:

  1. Anonim5/03/2022

    Analisa yg bagus bang. Tapi sayangnya ngawur sih. Konsep dosa turunan yg ada di kristen itu cuma ada di perjanjian lama sebelum Yesus lahir. Ga bisa disamain sama konsep yg ada di AOT yg sebenarnya adalah ajang balas dendam,penindasan,dan haus kekuasaan antara Eldia dan Marley dgn mengatasnamakan dosa leluhur. Sebelum ber-analogi dan membuat sebuah opini, mending belajar lg deh bang. Karena banyak netizen di indo ini yg baca sesuatu cuma dari satu sudut pandang tanpa dicari tau dulu benar apa tidaknya. Semangat terus bikin artikel bang, dengan riset yg benar dan opini yg berkualitas berimbang.
    BTW konsep dosa turunan bukan salah satu ajaran INTI di dlm kristen.
    Salam damai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi, dosa warisan itu gk ada ya?

      Yesus di salib juga bukan buat menebus dosa manusia ya?

      Oke sepakat

      Hapus
    2. Anonim6/05/2022

      GAADA BG, BOCIL GATAU APA"

      Hapus
  2. Anonim4/25/2023

    Hati" lu bikin website ginian bro,isi web lu ginian udh termasuk ujaran kebencian antar agama.lu bisa di laporkan ke pihak berwajib masuk dlm undang" ITE dan UU lainnya.

    BalasHapus